SEMARANG (Jatengdaily.com)— Warga Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang menggelar tradisi Sedekah Bumi Apitan sebagai upaya melestarikan budaya Jawa sekaligus bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, kesehatan, dan keberkahan bagi masyarakat.
Puncak acara dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit bersama Ki Dalang Andro dari Tembalang, Kota Semarang, dengan lakon Babat Alas Wonomarto. Kegiatan berlangsung meriah di area Koperasi Merah Putih dan mendapat antusias tinggi dari warga yang memadati lokasi hingga acara wayangan selesai.
Ketua Panitia Apitan sekaligus Ketua RW 04 Sampangan, Moch Fadil, mengatakan tradisi Apitan rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud syukur masyarakat.
“Apitan ini menjadi bentuk rasa syukur warga Sampangan atas limpahan kemakmuran, rezeki, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Apitan digelar selama tiga hari berturut-turut. Berbagai kegiatan turut memeriahkan acara, mulai doa bersama, lomba gambar, bazar UMKM, pertunjukan kuda lumping Ki Turonggo Seto, hiburan musik dangdut, hingga puncaknya pagelaran wayang kulit.
Camat Gajahmungkur, Andreas Dwi Agung Nugroho, M.MAP., menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan kemandirian warga Sampangan dalam menyelenggarakan tradisi tersebut tanpa subsidi dari Pemerintah Kota Semarang.
“Ini menjadi bukti kekompakan dan kerukunan warga Sampangan sehingga mampu mewujudkan kegiatan Apitan yang meriah dan mandiri,” katanya saat memberikan sambutan mewakili Wali Kota Semarang.
Dalam kesempatan tersebut, Lurah Sampangan Victor Wahyu Widianto secara simbolis menerima gunungan hasil bumi dari Ketua LPMK Sampangan, Fatoni. Prosesi itu menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas nikmat, keamanan, kesehatan, dan ketenteraman yang dirasakan warga Sampangan. she

