DEMAK (Jatengdaily.com)– Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting bagi DPD Tiara Kusuma Jawa Tengah untuk menegaskan peran perempuan di era modern. Tidak sekadar simbol emansipasi, perempuan kini didorong tampil sebagai sosok mandiri yang mampu berkontribusi langsung pada perekonomian.
Hal itu mengemuka dalam rapat pleno yang digelar di Pendopo Kabupaten Demak, Senin (20/04/2026). Ketua DPD Tiara Kusuma Jawa Tengah, Tatiek Soelistijani SH, menyebut bahwa semangat Kartini harus diwujudkan dalam langkah nyata, bukan hanya sebatas wacana.
“Kartini masa kini bukan hanya berbicara, tapi harus diimbangi action. Perempuan sekarang dituntut tidak hanya sebagai pendamping, tapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi,” tegasnya.
Menurutnya, peluang besar terbuka lebar di sektor industri kecantikan yang terus berkembang pesat. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menghadirkan tantangan baru, terutama bagi pelaku usaha salon tradisional yang kini harus bersaing dengan klinik kecantikan modern.
Melihat dinamika tersebut, Tiara Kusuma mendorong anggotanya untuk tidak stagnan. Adaptasi menjadi kunci, termasuk menjalin kolaborasi dengan tenaga medis profesional agar layanan yang diberikan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami mendorong pelaku usaha salon untuk bisa bekerja sama dengan dokter kecantikan agar dapat menghadirkan layanan yang lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Tak berhenti pada dorongan semangat, Tiara Kusuma juga menyiapkan panggung bagi para pelaku industri kecantikan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Melalui “Tiara Kusuma Award” yang akan digelar pada 20 Juni 2026, organisasi ini ingin menghadirkan ruang kompetisi sekaligus apresiasi.
“Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan Tiara Kusuma Award yang diikuti peserta dari seluruh Jawa Tengah, baik anggota DPC Tiara Kusuma maupun masyarakat umum,” katanya.
Ajang ini tak hanya menilai hasil riasan, tetapi juga totalitas penampilan peserta. Mulai dari make up, kostum, hingga ekspresi di atas panggung menjadi satu kesatuan penilaian. “Peserta tidak hanya dinilai dari make up, tetapi juga totalitas penampilan di atas panggung, termasuk kostum yang dikenakan. Penilaian akan dilakukan oleh juri nasional,” jelasnya.
Selain itu, kategori fashion show juga dibuka untuk masyarakat umum, memperluas partisipasi dan menjadikan acara ini lebih inklusif. Tatiek pun menegaskan identitas Tiara Kusuma sebagai organisasi profesi yang menaungi berbagai bidang kecantikan.
“Kami ini tenaga ahli kecantikan dari ujung rambut sampai ujung kaki, jadi tidak hanya fokus pada rias wajah saja,” tandasnya. Hingga kini, Tiara Kusuma Jawa Tengah telah memiliki 27 DPC di berbagai kabupaten/kota, meski masih ada beberapa daerah yang terus didorong untuk melengkapi kepengurusan. rie-she


