REMBANG (Jatengdaily.com) — Perselisihan antara pihak MTsN 1 Rembang dengan dua wartawan media daring, RTV dan Disway, resmi berakhir damai. Kedua insan pers tersebut telah menerima permohonan maaf dari Purwantini, guru MTsN 1 Rembang yang sempat melarang pengambilan foto dan video saat penanganan siswa sakit pada Rabu (9/9/2026).
Permohonan maaf disampaikan langsung oleh Purwantini di Lasem, Kamis (10/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi jajaran pimpinan sekolah, yakni Waka Sarpras Chris Sutopo, Waka Humas Izzatin Nuril Latifah, Waka Kesiswaan Widowati, dan Waka Kurikulum Maria Ulfah.
Turut hadir pula Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Rembang Sumardi serta Humas Kemenag Rembang Shofatus Shodiqoh. Sementara itu, jurnalis RTV Minan dan jurnalis Disway Ezra hadir didampingi oleh Azis dari media gemadika.com.
Insiden tersebut bermula pada Rabu (9/9/2026) ketika Purwantini sedang memapah seorang siswa sakit menuju mobil untuk dirujuk ke Puskesmas Lasem.
Saat Minan dan Ezra hendak mendokumentasikan momen tersebut, Purwantini melarang mereka karena menganggap kedua jurnalis tidak menunjukkan surat tugas.
Purwantini mengakui bahwa tindakan tersebut murni lahir dari ketidaktahuannya terkait tata cara berinteraksi dengan insan pers.
Baca Juga : Wartawan Peliput Keracunan MBG Diusir di Rembang, PWI Jateng Buka Suara
”Saya, Bu Purwantini, mohon maaf atas sikap kami yang kemarin. Bukan maksud saya untuk menghalang-halangi teman-teman media dalam mencari informasi. Sikap kemarin itu murni perbuatan saya, dan sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman media,” ujar Purwantini saat menyampaikan klarifikasi, Kamis (10/9/2026).
Klarifikasi Isu Keracunan MBG
Sekitar satu jam setelah insiden penolakan tersebut, Chris Sutopo bersama Sumardi menyambut baik kedatangan jurnalis RTV dan Disway yang bermaksud melakukan wawancara terkait dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada puluhan siswa.
Tak lama berselang, jajaran Polres Rembang dan beberapa wartawan lain juga mendatangi madrasah. Pihak sekolah menyambut hangat kedatangan mereka dan memberikan keterangan terbuka melalui Chris Sutopo serta Izzatin Nuril Latifah.
Berdasarkan data sekolah, sebanyak 46 siswa telah menjalani pemeriksaan screening dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang pada Rabu (9/9/2026).
Sebanyak empat murid dan satu guru—yakni Purwantini sendiri—sempat mendapat perawatan di Puskesmas Lasem. Puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala pusing, mual, dan muntah, namun penyebab pastinya belum dapat disimpulkan.
Saat ini, empat murid beserta Purwantini telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang dari puskesmas.
”Hasil screening dan penyebab pasti sakitnya siswa masih dalam tahap observasi. Hasil laboratorium diperkirakan baru akan keluar sekitar dua minggu ke depan,” jelas Izzatin.
Hingga Kamis (10/9/2026), sekitar 1.000 siswa MTsN 1 Rembang lainnya dilaporkan dalam keadaan sehat dan dapat mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan normal. Pihak sekolah berharap seluruh siswa dapat segera pulih sepenuhnya dan aktivitas pembelajaran kembali berjalan kondusif. St



