By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Reading: Soroti Tata Kelola PKK Kota Semarang, Pakar USM Tekankan Pentingnya Komunikasi Dua Arah
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
  • Peringati BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung Beri Layanan Gigi Gratis untuk 200 Warga
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Soroti Tata Kelola PKK Kota Semarang, Pakar USM Tekankan Pentingnya Komunikasi Dua Arah

Jatengdaily.com
Published: 19 Oktober 2026 10:59
Share
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Dr. Rr. B. Natalia Sari Pujiastuti, S.Psi., M.Si., yang akrab disapa Naneth. Foto: Dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Polemik kegiatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Semarang perlu dijadikan momentum untuk mengevaluasi tata kelola organisasi, terutama terkait kepemimpinan, komunikasi internal, dan beban kegiatan para kader.

​Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Dr. Rr. B. Natalia Sari Pujiastuti, S.Psi., M.Si., yang akrab disapa Naneth, menilai bahwa keluhan warga tidak cukup dijawab sekadar dengan penyederhanaan jadwal kegiatan. Evaluasi secara menyeluruh perlu menyentuh mekanisme pengambilan keputusan dan ruang partisipasi kader.

​”PKK merupakan aset sosial yang penting bagi pemberdayaan perempuan dan keluarga. Namun, ketika kegiatan mulai dipersepsikan sebagai beban, tata kelolanya harus segera dibenahi. Pemberdayaan tidak boleh bergeser menjadi sekadar kewajiban administratif,” tegas Naneth.

​Kepemimpinan dan Komunikasi Kader

​Naneth menyoroti perubahan pola kepemimpinan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Semarang sejak 2023. Dalam dua periode pemerintahan yang dipimpin oleh wali kota perempuan, jabatan Ketua TP PKK tidak diampu oleh pasangan wali kota, sebagaimana pola yang lazim dalam struktur organisasi PKK.

​Menurut Naneth, kondisi tersebut layak ditelaah dari perspektif otoritas kelembagaan, kesinambungan koordinasi dengan pemerintah daerah, hingga tingkat kepercayaan para kader. Perubahan kepemimpinan memang tidak otomatis menjadi penyebab utama polemik, tetapi dampaknya terhadap tata kelola organisasi tetap perlu dievaluasi.

​”Persoalannya bukan pada siapa yang memimpin, melainkan apakah kepemimpinan tersebut memiliki kewenangan yang jelas, koordinasi yang efektif, dan kepercayaan dari kader. Tanpa komunikasi dua arah, organisasi berisiko lebih menekankan instruksi dan pelaporan ketimbang kebutuhan serta aspirasi anggotanya,” jelas Naneth.

​Memperkuat PKK sebagai Organisasi Pemberdayaan

​Pandangan tersebut sejalan dengan penelitian Naneth yang dipublikasikan dalam Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis (2024) mengenai semangat wirausaha sosial kader PKK dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. Kajian tersebut mengidentifikasi potensi besar PKK dalam pemberdayaan ekonomi, sekaligus memetakan tantangan berupa pengulangan kegiatan, keterbatasan inovasi, dan beban administrasi.

​Sebagai pendiri Tangan Terampil sekaligus mentor pemberdayaan perempuan berbasis kewirausahaan sejak 2015, Naneth menekankan pentingnya menempatkan kader sebagai subjek pemberdayaan, bukan sekadar pelaksana program.

​”Keberhasilan PKK tidak cukup diukur dari banyaknya rapat dan laporan, melainkan dari manfaat nyata bagi keluarga. Evaluasi harus melibatkan kader Dasawisma, RT, hingga RW agar keputusan organisasi benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

​Menurut Naneth, kritik publik terhadap tata kelola justru merupakan bentuk ikhtiar untuk mempertahankan relevansi dan keberlanjutan PKK sebagai organisasi pemberdayaan di tingkat lokal.

​”PKK harus tetap kuat, tetapi tata kelolanya harus berani berubah. Pemberdayaan seharusnya menambah daya bagi perempuan dan keluarga, bukan malah menambah beban atas nama partisipasi,” pungkasnya. St

You Might Also Like

Mahasiswa Fikom Unissula Perkuat Kompetensi Industri Media lewat KKL
Metode Rockpot, Tes Kebugaran Calhaj
Jadi Duta Promosi Piala Dunia U-17, Siapa Radja Nainggolan dan Sabreena Dressler
Jumat, Hasil Tes Bakal Capres-Cawapres Diumumkan KPU
Resahkan Warga, Begal Payudara di Tegal Ditangkap
TAGGED:Dua ArahPakar USMPKK Kota SemarangSoroti Tata KelolaTekankan Pentingnya Komunikasi
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?