Tak Cukup Cerdas, Rektor USM Meminta Mahasiswa Harus Berkarakter di Era Disrupsi

3 Min Read
Rektor Universitas Semarang (USM) Dr. Supari, S.T., M.T melakukan talkshow Rektor Menyapa yang disiarkan melalui USM Jaya FM dengan tema ''Penguatan Karakter Mahasiswa di Era Disrupsi'' pada Selasa (06/01/2026). Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Rektor Universitas Semarang (USM) Dr. Supari, S.T., M.T mengatakan, penguatan karakter mahasiswa menjadi kunci utama dalam menghadapi era disrupsi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.

”Tantangan terbesar mahasiswa saat ini terletak pada kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang bersifat eksponensial,” katanya dalam talkshow Rektor Menyapa yang disiarkan melalui USM Jaya FM dengan tema ”Penguatan Karakter Mahasiswa di Era Disrupsi” pada Selasa (06/01/2026).

Menurutnya, dunia kerja tidak lagi berjalan secara stagnan seperti sebelumnya, melainkan terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi digital dan otomasi. Kondisi tersebut memunculkan berbagai profesi baru, sekaligus menggeser sejumlah pekerjaan tradisional.

”Dunia kerja sekarang tidak lagi stagnan, banyak profesi baru bermunculan sementara pekerjaan tradisional mulai tergantikan oleh teknologi,” katanya.

Selain tantangan global, katanya, mahasiswa juga dihadapkan pada persoalan personal seperti distraksi digital, kesenjangan literasi teknologi, hingga tekanan mental akibat tuntutan zaman.

Oleh karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki mental yang kuat, daya saing, serta kemampuan berpikir kritis agar tetap relevan di tengah perubahan yang cepat.

”Sebagai langkah konkret, Universitas Semarang memperkuat pembinaan karakter mahasiswa dengan mengintegrasikan nilai etika, integritas, dan tanggung jawab ke dalam kurikulum serta aktivitas pembelajaran. Kampus juga menegakkan disiplin akademik, budaya riset yang jujur, dan kebijakan anti plagiarisme sebagai fondasi pembentukan karakter,” ungkapnya.

Di luar kegiatan akademik, lanjutnya, USM menyediakan berbagai wadah pengembangan diri melalui organisasi kemahasiswaan, unit kegiatan mahasiswa, forum diskusi, dan komunitas kreatif untuk melatih kepemimpinan, kolaborasi, serta empati mahasiswa.

Pada tahun 2026, USM memberikan perhatian lebih pada penguatan soft skill dan leadership mahasiswa melalui pelatihan komunikasi publik, manajemen konflik, kepemimpinan kolaboratif, hingga kemampuan problem solving yang berbasis persoalan nyata di masyarakat.

Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian kepada masyarakat seperti KKN tematik, kegiatan relawan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak terus ditingkatkan untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab.

”Kami berharap mahasiswa Universitas Semarang mampu menjadikan integritas sebagai fondasi utama dalam menghadapi dunia kerja yang terus berubah. Kecerdasan dan keterampilan akan kehilangan nilainya jika tidak dibarengi dengan karakter yang baik. Dengan penguatan karakter tersebut, mahasiswa USM diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi generasi yang adaptif, berdaya saing, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.