Tasyakuran HAB ke-80 Kemenag Jateng, Merawat Syukur dan Menguatkan Pengabdian untuk Negeri

3 Min Read
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Dr H Saiful Mujab memotong tumpeng pada tasyakuran HAB ke-50 Kemenag, di Aula Mateng, Kanwil Kemenag Jateng, Rabu 7 Januari 2026.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Auditorium Majeng, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Rabu (7/1/2026).

Keluarga besar Kementerian Agama Jawa Tengah menggelar Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, yang menjadi puncak rangkaian peringatan delapan dekade pengabdian Kemenag bagi bangsa dan negara.

Kegiatan tasyakuran ini menjadi ruang refleksi bersama, mengenang perjalanan panjang Kementerian Agama dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia, sekaligus meneguhkan kembali komitmen pelayanan yang tulus dan profesional.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Dr H Saiful Mujab, dalam sambutannya menegaskan bahwa tasyakuran HAB ke-80 merupakan wujud rasa syukur seluruh keluarga besar Kemenag atas perjalanan pengabdian selama 80 tahun.

“Ini bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi ungkapan syukur atas amanah besar yang telah dan terus kita jalani bersama,” ujarnya.

Saiful Mujab menekankan bahwa seluruh ASN maupun Non-ASN Kemenag adalah bagian penting dari institusi yang memiliki peran strategis dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan Kementerian Agama akan selalu sejalan dengan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ikutilah dengan penuh percaya diri menjadi bagian dari keluarga besar Kementerian Agama. Selama Indonesia masih ada, Kemenag akan tetap ada. Kita adalah garda terdepan dalam menjamin kehidupan umat beragama di negeri ini,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk terus menjaga semangat kebersamaan, loyalitas, dan keikhlasan dalam bekerja, melanjutkan perjuangan para pendiri Kemenag yang telah meletakkan fondasi kuat bagi kerukunan dan pelayanan keagamaan.

Dalam refleksi sejarahnya, Saiful Mujab menyinggung perjalanan Kementerian Agama sejak berdiri pada tahun 1946 hingga 2026, yang telah melahirkan berbagai lembaga penting, seperti Pengadilan Agama, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga Kementerian Haji. Semua itu menjadi bukti peran strategis Kemenag dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia pun mengajak seluruh pegawai yang masih aktif untuk terus meningkatkan kualitas layanan keagamaan kepada masyarakat dengan mengedepankan profesionalisme, kerja keras, kerja cerdas, dan keikhlasan.

“Mari kita rapatkan barisan, bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat,” ajaknya penuh semangat.

Tasyakuran HAB ke-80 ini menjadi pengingat bahwa pengabdian di Kementerian Agama bukan sekadar tugas, melainkan panggilan untuk merawat nilai-nilai toleransi, persatuan, dan kemanusiaan. Dari Jawa Tengah, semangat itu terus dirawat, demi Indonesia yang rukun, damai, dan berkeadaban. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.