By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Teliti Pembangunan Gedung Negara, Djoko Subagijo Raih Gelar Doktor
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Teliti Pembangunan Gedung Negara, Djoko Subagijo Raih Gelar Doktor

Last updated: 13 Februari 2026 06:04 06:04
Jatengdaily.com
Published: 13 Februari 2026 06:04
Share
Djoko Subagijo raih gelar Doktor. Foto: dok/humas
SHARE

Teliti Pembangunan Gedung Negara, Djoko Subagijo Raih Gelar Doktor

SEMARANG (Jatengdaily.ocm)- Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik Unissula, Djoko Subagijo ST MSi mengikuti ujian terbuka doktor pada Kamis (12/2/2026) di Aula Fakultas Teknik. Ia mempresentasikan disertasinya yang berjudul Model Estimasi Biaya tahap konseptual konstruksi fisik pada pembangunan gedung negara.

Bertindak sebagai penguji antara lain Dr Abdul Rochim ST MT, Prof Ir Pratikso MST PhD, Dr Jujuk Kusumawati ST MSi dan Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT. Penguji lainnya yaitu Prof Dr Ir Imam Wahyudi DEA, Prof Dr Ir Antonius MT IPU dan Prof Jati Utomo DH ST MM MSc PhD.

Menurut Subagijo estimasi biaya tahap konseptual (pagu indikatif) adalah fondasi krusial yang menentukan keberhasilan anggaran dan pelaksanaan proyek bangunan gedung negara. Masalah yang umum terjadi yaitu ketidakakuratan penghitungan yang menyebabkan biaya membengkak (cost overrun). Hal itu terjadi salah satunya karena kelemahan parameter. Banyak diantara mereka menggunakan model estimasi biaya pembangunan gedung terlalu sederhana. Penghitungannya biasanya didasarkan luas dan biaya sehingga kurang signifikan.  Selain itu belum terintegrasinya parameter baru memicu rendahnya presisi estimasi.

Adapun tujuan penelitiannya mengembangkan model matematika yang presisi dan adaptif untuk meningkatkan akurasi. Menerapkan Hard System Method (HSM) untuk mengintegrasikan parameter spesifik ke dalam model yang lebih kuat. Membangun model prediksi baru yang menggabungkan matematika dan sistematisasi lebih efisien dan akurat.

Adapun kesimpulan dari penelitiannya adalah sebagai berikut. Penelitian berhasil menjawab masalah deviasi anggaran sebesar -49,08% dengan mengembangkan model matematika yang presisi dan adaptif untuk meningkatkan akurasi estimasi tahap konseptual.

Perlunya mengintegrasikan delapan parameter signifikan (seperti luas, fungsi, dan standar BGH) menggunakan metode HSM untuk menciptakan model estimasi yang lebih kuat dan ilmiah. Untuk itu perlu inovasi & prediksi baru dengan membangun model prediksi baru melalui regresi linear berganda yang diimplementasikan dalam aplikasi web tabulasi estimaya untuk menjamin efisiensi serta meminimalkan human error.

Djoko Subagijo ST MSi berhasil lulus dan mendapat gelar doktor dengan IPK 3,79. lama studi 2 tahun 7 bulan.  Tercatat sebagai lulusan ke 58 di PDTS Fakultas Teknik Unissula.

You Might Also Like

Pemuda Semarang Menyala, Suara Kolaborasi Bergema dari Balai Kota
Mbak Ita Dorong Pelaku UMKM Urus Sertifikasi Halal
Kenang Kobe Bryant Lewat Lomba Mural
Gempa M5,2 Picu Guncangan Lemah Sekitar Sumba Tengah
Pemerintah Siapkan Langkah Penangangan Darurat Banjir Brebes dan Batang
TAGGED:Djoko SubagijoDoktor Unissula
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?