SEMARANG (Jatengdaily.com) — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) memberikan Literasi Regulasi Emosi Remaja di SMAN 8 Semarang pada 21 September 2026.
Tim PkM USM terdiri atas Ketua Sri Widyawati, M.Si., Psikolog, anggota Dr. Shinta Pratiwi, MA., Psikolog, Martha Kurnia Asih, S.Psi., M.Si, dan Retno Ristiasih Utami, M.Si., Psikolog.
Kegiatan yang mengambil tema ”Kenali Dirimu, Jaga Mentalmu: Peningkatan Literasi Regulasi Emosi sebagai Upaya Promotif Kesehatan Mental Remaja” itu diikuti 720 siswa SMAN 8 Semarang yang terbagi dalam 4 kelas.
Sri Widyawati mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari kontribusi Fakultas Psikologi Universitas Semarang dalam memberikan edukasi psikologis kepada remaja, khususnya dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan regulasi emosi sebagai salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan mental.
”Kami mengangkat tema tersebut mengingat pentingnya kemampuan remaja dalam mengenali, memahami, dan mengelola berbagai emosi yang muncul dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, masa remaja merupakan periode perkembangan yang diwarnai berbagai perubahan dan tantangan, baik dalam aspek pribadi, akademik, keluarga, maupun hubungan sosial dengan teman sebaya. Kemampuan regulasi emosi menjadi salah satu keterampilan yang dapat membantu remaja merespons berbagai situasi secara lebih adaptif.
Melalui literasi regulasi emosi, siswa diajak untuk tidak sekadar mengenali emosi yang muncul, tetapi juga memahami pemicu, kebutuhan yang mendasari emosi, serta berbagai cara yang dapat dilakukan untuk merespons emosi secara sehat.
”Kenali dirimu menjadi langkah awal untuk memahami apa yang kita rasakan, mengapa emosi tersebut muncul, dan bagaimana kita dapat meresponsnya dengan cara yang lebih sehat. Dengan memiliki literasi regulasi emosi, remaja diharapkan memiliki bekal untuk menghadapi berbagai dinamika dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Dia menambahkan, kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan interaktif sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
Materi diberikan dengan mengaitkan konsep regulasi emosi dengan situasi yang dekat dengan kehidupan remaja. Siswa juga diajak melakukan refleksi terhadap pengalaman emosional yang mereka alami serta mengenali strategi yang dapat digunakan untuk mengelola emosi.
Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Semarang tidak hanya berupaya meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan mental, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga kesehatan mental merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas kehidupan secara keseluruhan.
”Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi keilmuan psikologi bagi masyarakat dan mendukung upaya peningkatan kesehatan mental generasi muda,” ungkapnya. St



