By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Undip Kirim Tim D-DART Bantu Pemulihan Masyarakat Terdampak Gempa di NTT
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Undip Kirim Tim D-DART Bantu Pemulihan Masyarakat Terdampak Gempa di NTT

Last updated: 21 Agustus 2026 06:15 06:15
Jatengdaily.com
Published: 21 Agustus 2026 06:15
Share
Rektor Undip lepas Tim D-DART bantu pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Duka masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, memanggil empati mendalam dari civitas academica Universitas Diponegoro (Undip). Merespons situasi darurat di kawasan terdampak dan potensi tsunami, Undip memberangkatkan Tim Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) di bawah naungan Pusat Penanggulangan Bencana LPPM Undip untuk memfokuskan aksi penanganan pascabencana di lapangan.

Pelepasan tim berlangsung di Hall Gedung Widya Puraya, Kampus Undip Tembalang, pada Rabu, 19 Agustus 2026, oleh Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. Turut hadir Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D.; Ketua LPPM Undip Prof. Dr. Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T.; Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM Undip Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med., Sp.And.(K)., M.M.R., Ph.D.; Ketua D-DART Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, S.Kep., M.Kep.; sejumlah relawan; serta Ketua BEM Undip.

Sebelum keberangkatan, para relawan mengikuti pengarahan untuk mematangkan koordinasi, pembagian tugas, kesiapan lapangan, serta pola komunikasi dengan jejaring penanganan bencana di wilayah tujuan.

Rektor Undip Prof. Suharnomo menyampaikan bahwa keberangkatan D-DART merupakan wujud kepedulian civitas academica kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi situasi sulit. Menurutnya, bantuan tidak berhenti pada kehadiran tenaga medis, tetapi juga melibatkan keahlian lain sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

“Hari ini kami melepas Tim Darurat Bencana Undip untuk membantu saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Ada dokter, tenaga kesehatan, tim psikologi, dan unsur lain yang akan bekerja bersama. Tim ini juga akan disusul oleh relawan berikutnya sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran relawan dapat memberikan dukungan nyata sekaligus menguatkan masyarakat yang sedang melalui masa pemulihan.

“Semoga simpati dan tanda cinta dari Universitas Diponegoro ini dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Kami hadir dengan kemampuan yang kami miliki, tetapi dengan kepedulian sepenuhnya,” kata Prof. Suharnomo saat melepas tim.

Pada keberangkatan kali ini, sebanyak 5–8 personel disiapkan dari beberapa fakultas, meliputi Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Psikologi (FPsi), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Mereka membawa sejumlah misi utama, mulai dari melakukan kaji cepat kebutuhan masyarakat, memperkuat jejaring dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) NTT, serta alumni Undip, hingga memberikan asistensi psikososial, dukungan logistik kebutuhan dasar, dan bantuan obat-obatan.

Perjalanan tim dirancang menyesuaikan kebutuhan di sejumlah titik terdampak. Kupang menjadi lokasi awal untuk berkoordinasi dengan posko utama dan pemerintah setempat. Tim selanjutnya bergerak menuju Nagekeo untuk mendukung kebutuhan obat-obatan, kemudian Maumere dan Manggarai yang menjadi tujuan utama pelayanan psikososial serta distribusi logistik dasar.

Pemetaan kebutuhan secara langsung menjadi bagian penting agar bantuan yang dibawa tidak sekadar tersedia, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di setiap wilayah.

Wakil Rektor IV Undip Wijayanto menuturkan bahwa aksi kemanusiaan ini berawal dari gerakan bersama seluruh elemen kampus, termasuk mahasiswa yang turut menggalang kepedulian. Karakter geografis Kepulauan Flores menjadi perhatian khusus dalam penyusunan strategi pemberangkatan relawan.

“Kami bergerak cepat merespons musibah ini melalui penggalangan bantuan dan pengiriman tenaga ahli, mulai dari dokter, perawat, hingga tim pendampingan psikososial. Menghadapi medan kepulauan yang penuh tantangan, persiapan matang kami lakukan agar kehadiran D-DART di NTT benar-benar memberi manfaat nyata. Ini adalah wujud nyata kepedulian dan tanda cinta Undip untuk saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur, dan tentu saja Indonesia,” ungkap Wijayanto.

Sementara itu, Prof. Achmad Zulfa Juniarto menjelaskan bahwa pengiriman relawan akan dilakukan secara bergelombang dengan mempertimbangkan kebutuhan lapangan dan ketersediaan transportasi menuju wilayah terdampak. Undip telah menyiapkan sekitar 15–20 relawan yang dapat diberangkatkan secara bertahap.

Pada fase awal, personel dengan kemampuan surveilans dan tanggap darurat, terutama dari unsur medis, menjadi bagian penting untuk membaca kondisi serta menentukan bentuk intervensi berikutnya. Tim juga menyiapkan kebutuhan penunjang seperti tenda, bahan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan dasar untuk mendukung aktivitas relawan maupun masyarakat terdampak.

Menurut Prof. Zulfa, penanganan pascagempa membutuhkan kesiapan untuk periode yang tidak singkat. Kemungkinan gempa susulan, luasnya wilayah terdampak, hingga keterbatasan penerbangan dan jadwal kapal feri menjadi faktor yang harus diperhitungkan sebelum mengirim personel tambahan.

Karena itu, D-DART tidak bekerja sendiri. Setiap pergerakan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, BPBD setempat, organisasi profesi, alumni, serta jejaring perguruan tinggi yang telah terbangun sebelumnya. Pola kolaborasi ini diperlukan agar bantuan tidak tumpang tindih dan tenaga relawan dapat ditempatkan pada wilayah yang paling membutuhkan.

Langkah responsif ini menjadi bukti komitmen Undip dalam menjalankan nilai-nilai kepedulian sosial dan pengabdian masyarakat secara nyata. Kehadiran Tim D-DART di bumi Flores diharapkan dapat meringankan beban para penyintas bencana sekaligus membantu mempercepat proses pemulihan pascabencana di kawasan tersebut. she

You Might Also Like

Meriah, Inilah Sejumlah Acara Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah 
Dukung Ekosistem Digital, Telin Jalin Kemitraan Strategis dengan Telekom Malaysia Bhd
Tren Kasus COVID-19 di Demak Terus Turun, Kini Zona Biru
Ayah Cut Meyriska Meninggal Dunia
Presiden Minta OJK dan Pelaku Industri Keuangan Jaga Kepercayaan Pasar dan Masyarakat
TAGGED:Undip Kirim Tim D-DART
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?