Vocatech Edufair Polines 2026 Perkuat Sinergi Vokasi, Industri, dan Mitra Global

6 Min Read
Direktur Politeknik Negeri Semarang, Dr. Garup Lambang Goro saat membuka Vocatech Edufair Polines 2026. Foto: siti KH

SEMARANG (Jatengdaily.com)— Politeknik Negeri Semarang (Polines) menggelar Vocatech Edufair Polines 2026 di Gedung Serba Guna kampus Tembalang, Semarang, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang memperkuat kolaborasi pendidikan vokasi dengan dunia industri, pemerintah, dan mitra internasional untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten serta adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Vocatech Edufair Polines 2026 diikuti peserta dari SMA, SMK, dan MA se-Provinsi Jawa Tengah, yakni 140 sekolah, 135 kepala sekolah, 160 guru BK/BKK, serta 1.550 siswa. Juga diikuti sedikitnya 30 stan dari intrnasl Polines dan mitra strategis.

Acara dibuka Direktur Politeknik Negeri Semarang, Dr. Garup Lambang Goro. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi vokasi, dunia usaha, dan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja serta tantangan global. Dukungan dari pemerintah daerah dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), termasuk fasilitas pelatihan kerja, dinilai penting agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan bidang keahlian masing-masing.

“Politeknik Negeri Semarang selama ini terus memperkuat link and match antara pendidikan tinggi, industri, dan pemerintah. Di bidang akademik, kami terus membangun fondasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Di saat yang sama, kami juga telah banyak menjalin kerja sama dengan berbagai industri. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh mitra industri di Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa kami telah memperoleh banyak kesempatan magang di berbagai perusahaan, dan tidak sedikit pula lulusan yang telah direkrut oleh industri,” jelasnya.

”Kami juga menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang selama ini turut mendukung pengembangan kampus. Ke depan, Polines akan terus meningkatkan kualitas kerja sama dan membuka lebih banyak ruang kolaborasi agar hubungan antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah semakin kuat serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sumber daya manusia vokasi,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga memberi wawasan kepada siswa SMA, SMK, dan sederajat mengenai pendidikan vokasi, dunia kerja, serta perkembangan industri.

Sejumlah pembicara hadir dalam sesi keynote, yakni Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Dr. Sadimin, S.Pd., M.Eng, Ahmad Azis, S.E., M.Si selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, serta Site Director di PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) Sony Hidajat.

Sadimin menilai kegiatan ini strategis karena mempertemukan dunia pendidikan, dunia ketenagakerjaan, dan industri dalam satu forum. Jumlah SMK di Jateng mencapai 1.529 negeri dan swasta dan SMA tercatat 878 baik negeri dan swasta. Sehingga kegiatan ini sangat mendukung siswa untuk mengetahui dari dekat terkait dengan pendidikan vokasi.

Di satu sisi, ia menyebut tingkat pengangguran terbuka di Jawa Tengah terus menurun seiring meningkatnya investasi yang masuk. Investasi tersebut tidak hanya membuka lapangan kerja di perusahaan, tetapi juga memunculkan aktivitas ekonomi baru yang ikut menyerap tenaga kerja.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill. Menurutnya, kebutuhan investasi di Jawa Tengah yang cukup besar dari perusahaan asal China membuat kemampuan bahasa asing, terutama Mandarin, menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan.

Sementara itu, Ahmad Azis menyatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Di satu sisi, pemerintah Jawa Tengah selalu mensuport dunia pendidikan untuk maju dan memiliki hubungan dinamis dengan dunia industri.

Mitra Strategis 

Sedangkan Site Director di PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) Sony Hidajat mengatakan, kolaborasi industri ke dalam dunia pendidikan tentu memiliki tantangan tersendiri.

”Tidak seluruh proses yang ada di industri dapat dibawa secara langsung ke lingkungan pendidikan. Namun, kontribusi yang dapat kami hadirkan antara lain dari sisi penguatan kurikulum, pengembangan soft skills, serta pembelajaran melalui berbagi pengalaman dari para praktisi. Sementara itu, keterlibatan sumber daya manusia dari industri kami hadirkan melalui program pengembangan, magang, dan praktik kerja lapangan (PKL). Melalui skema tersebut, kami berharap terjadi kesinambungan antara kebutuhan industri dengan proses pembelajaran di dunia pendidikan, sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Nuansa internasional turut mewarnai kegiatan ini melalui kehadiran perwakilan dari Guangxi Polytechnic of Construction, Changsha Vocational and Technical College, dan Yulin Vocational and Technical College.

Pada sesi talkshow, sejumlah narasumber dari berbagai sektor berbagi pandangan mengenai pengembangan kompetensi, peluang karier, dan kesiapan lulusan menghadapi persaingan global.
Mereka antara lain Dipl. Ing (BA) Cahya Kusuma Ratih dari SEAMOLEC, Scott Han Xu dari HOPE International, Rachmat Arnanda dari Management and Science University, Mazhar Durrani dari PT Parralaxnet Siber Indonesia, serta Puput Handayani dari Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan dokumen kerja sama antara Politeknik Negeri Semarang dengan sejumlah mitra strategis. Di antaranya Ikatan Alumni Polines, PT Paragon Technology and Innovation, KKPRI Polines, Management and Science University, PT Parallaxnet Siber Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, PT Trico Teknologi Utama, PT Sinergi Nusantara Integrasi, The Cafe Lab, BNI, PT Lisna Syifa Prima, Politekno, PT Jagat Jembar Mekanika, Korps Alumni Menwa Polines, PT Sogy Energy Indonesia, CV Anugrah Agung, Nabaru, dan Oronamin C. she

Share This Article