By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Bahasa dan Budaya Jadi Jembatan Dunia: FBB UNTAG Semarang Gelar Konferensi Internasional ICONLICE 2025
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Bahasa dan Budaya Jadi Jembatan Dunia: FBB UNTAG Semarang Gelar Konferensi Internasional ICONLICE 2025

Last updated: 7 Oktober 2025 07:04 07:04
Jatengdaily.com
Published: 7 Oktober 2025 07:04
Share
Bahasa dan budaya bukan sekadar simbol identitas bangsa, melainkan jendela untuk memahami manusia dan peradaban. Dari dua hal inilah, Fakultas Bahasa dan Budaya (FBB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang memulai langkah besarnya melalui International Conference on Language, Literature, Culture, and Education (ICONLICE) 2025, yang untuk pertama kalinya digelar secara daring, awal Oktober ini.Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Bahasa dan budaya bukan sekadar simbol identitas bangsa, melainkan jendela untuk memahami manusia dan peradaban. Dari dua hal inilah, Fakultas Bahasa dan Budaya (FBB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang memulai langkah besarnya melalui International Conference on Language, Literature, Culture, and Education (ICONLICE) 2025, yang untuk pertama kalinya digelar secara daring, awal Oktober ini.

Dengan mengusung tema “Global Citizenship: Building Inclusive Societies through Language, Culture, Literature, and Education,” konferensi ini menghadirkan semangat baru untuk menjadikan bahasa, sastra, budaya, dan pendidikan sebagai jembatan menuju masyarakat global yang saling menghargai dan terbuka.

Lebih dari 130 peserta dari berbagai negara dan daerah di Indonesia bergabung dalam forum internasional ini. Para akademisi, peneliti, dan mahasiswa bertemu secara virtual untuk bertukar gagasan lintas disiplin dan lintas bangsa—membahas bagaimana bahasa dan budaya mampu menyatukan manusia di tengah tantangan global seperti intoleransi, kesenjangan sosial, hingga konflik identitas.

Dekan Fakultas Bahasa dan Budaya UNTAG Semarang, Prof. Yosep Bambang Margono Slamet, Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun dialog lintas budaya yang tulus dan berkelanjutan.

“Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi ruang untuk membangun empati dan saling pengertian. Saat bahasa dan budaya menjadi jembatan, bukan tembok, maka peradaban akan tumbuh dengan damai,” ujarnya penuh makna.

Sebagai keynote speaker, Prof. Yosep memaparkan materi berjudul “One Soul, Two Faiths: A Narrative of the Spiritual Journey of a Sumba Student.”

Ia menceritakan perjalanan spiritual seorang mahasiswa asal Sumba yang menemukan makna toleransi dan kasih melalui keberagaman iman. Narasi itu menjadi cermin tentang bagaimana pendidikan dan budaya mampu menumbuhkan karakter warga dunia yang inklusif dan berbelas kasih.

Konferensi ini juga menghadirkan sejumlah pembicara internasional yang memperkaya perspektif global.

Prof. Yudha Tianto dari Calvin Theological Seminary, Amerika Serikat, membahas “Malay Language in the Eyes of the Dutch East India Company (VOC),” menelusuri bagaimana bahasa Melayu berperan sebagai alat interaksi lintas bangsa pada masa kolonial.

Dr. M. Mary Jayanthi dari Holy Cross College, India, lewat topiknya “Conscious Communication for Global Understanding and Inclusion,” mengajak peserta membangun komunikasi yang sadar akan keberagaman.

Prof. Seunghun Lee dari International Christian University, Jepang, memaparkan “Promoting Linguistic Research for Social Inclusion: Case from Asia and Africa,” yang menyoroti riset bahasa sebagai sarana pemberdayaan sosial lintas benua.

Tak hanya menjadi ruang diskusi, ICONLICE 2025 juga membuka Call for Papers yang diikuti para dosen, peneliti, dan mahasiswa dari dalam serta luar negeri. Melalui karya ilmiah yang dipresentasikan, para peserta berkontribusi memperluas wawasan tentang peran bahasa, sastra, dan pendidikan dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman.

Lebih dari sekadar konferensi, ICONLICE 2025 menjadi manifestasi komitmen FBB UNTAG Semarang untuk aktif berperan dalam percakapan global tentang inklusivitas dan perdamaian. Dari ruang-ruang akademik di Semarang, gema konferensi ini melintasi batas geografis dan budaya—menegaskan kembali bahwa melalui bahasa dan pendidikan, dunia dapat dipersatukan dalam empati dan pengertian bersama. St

You Might Also Like

Undip dan ISBI Aceh Jalin Kerjasama, Kuatkan Tridharma Perguruan Tinggi
Eksplor Potensi Anak Didik, SD Negeri Bintoro 5 Demak Lahirkan Para Juara
YPP 17 Bangun Kebersamaan pada Perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023
Tim PkM USM Beri Pelatihan Pajak Penghasilan ke UMKM Tambakrejo
Dinyatakan Lolos Seleksi, 48 Tenaga Baru Siap Perkuat Untag
TAGGED:FEB UntagUntag Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?