By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pemkot Semarang Dorong Kreativitas Sineas Muda Lewat Workshop dan Mini Lab Film
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Seni Budaya

Pemkot Semarang Dorong Kreativitas Sineas Muda Lewat Workshop dan Mini Lab Film

Last updated: 24 Oktober 2025 17:09 17:09
Jatengdaily.com
Published: 24 Oktober 2025 17:09
Share
Iswar Aminuddin yang hadir mewakili Wali Kota Semarang menyampaikan semangat kepada para peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan pelajar dan komunitas film muda.Foto:dok humas
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Workshop dan Mini Lab Lawang Sewu Short Film Festival 2025 yang digelar di Hotel Kotta, Kamis (23/10).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Lawang Sewu Short Film Festival 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.

Acara dibuka oleh Iswar Aminuddin yang hadir mewakili Wali Kota Semarang. Ia menyampaikan semangat kepada para peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan pelajar dan komunitas film muda.

“Hari ini kita mengawali sebuah kegiatan yang diharapkan mampu menelurkan sineas-sineas muda di Kota Semarang. Kita ingin menciptakan anak-anak muda yang memiliki kreativitas tinggi dan mampu menghadirkan karya yang membanggakan,” ujar Iswar dalam sambutannya.

Iswar menegaskan, pentingnya membangun ekosistem kreatif yang kuat agar para sineas muda tidak lagi bergantung pada kota lain untuk produksi film. Ia menyoroti fenomena banyaknya anak muda Semarang yang masih harus menyewa fasilitas di luar daerah, seperti Yogyakarta.

“Anak-anak Semarang kalau mau bikin film, seringnya masih nyewa di Jogja. Padahal Semarang punya potensi besar. Lewat kegiatan seperti ini, kita ingin membangun keyakinan bahwa Semarang juga bisa jadi rumah bagi karya-karya film berkualitas,” tegasnya.

Iswar Aminuddin yang hadir mewakili Wali Kota Semarang menyampaikan semangat kepada para peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan pelajar dan komunitas film muda.Foto:dok humas

Lebih lanjut, ia menilai kreativitas adalah kunci kemajuan seni dan industri kreatif. Iswar mencontohkan bagaimana inovasi mampu membangkitkan kembali popularitas seniman, seperti band Sheila On 7, yang berhasil kembali memikat puluhan ribu penonton melalui pembaruan tampilan dan teknologi.

“Artinya, kreativitas yang terus dikembangkan bisa membuat karya menjadi relevan dan berdaya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Iswar juga memberikan apresiasi kepada para mentor, narasumber, dan komunitas film yang berperan aktif dalam membimbing peserta.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemkot Semarang dalam menciptakan ruang aman dan inklusif bagi generasi muda untuk belajar, bereksperimen, dan mengekspresikan ide-ide mereka.

“Kita ingin anak-anak muda Semarang bisa bebas berekspresi tanpa harus khawatir dianggap negatif. Mereka hanya butuh ruang dan dukungan agar ide-idenya bisa tumbuh. Dari sinilah muncul karya, muncul potensi, bahkan bisa menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Iswar kemudian menuturkan kisah inspiratif tentang Pantai Tiram, yang dulunya sepi namun kini berkembang menjadi destinasi wisata populer berkat kreativitas pelajar sineas Semarang yang menjadikannya lokasi syuting.

“Pantai Tiram dulu bukan tempat yang ramai, bahkan kondisinya kurang terawat. Tapi setelah dijadikan lokasi pengambilan gambar oleh anak-anak sekolah, banyak yang melihat potensinya. Sekarang setiap minggu bisa dikunjungi hingga enam ribu orang,” tuturnya.

Menurut Iswar, contoh tersebut menunjukkan bahwa kreativitas anak muda mampu melahirkan dampak nyata, tidak hanya dalam seni tetapi juga dalam ekonomi dan penguatan komunitas.

“Semua bermula dari imajinasi. Dari sana bisa lahir gerakan ekonomi, destinasi wisata, dan kebanggaan bagi kota kita. Karena itu, Pemerintah Kota Semarang akan terus mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” pungkasnya.

Kegiatan Workshop dan Mini Lab Lawang Sewu Short Film Festival 2025 diharapkan menjadi wadah pembinaan dan jejaring sineas muda untuk terus berkembang dan membawa semangat baru bagi dunia perfilman lokal di Kota Semarang. St

You Might Also Like

Menunggu Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan
Angkat Potensi Seni dan Kreatifitas, Pemkot Semarang Launching Festival Semarang
Menag Apresiasi Antologi Puisi Moderasi Beragama
Pemkot Semarang Rehab Kantor Kelurahan Kudu, Wali Kota: Saya Merasa Plong
Evaluasi Perizinan Pembangunan Perumahan, Pemkot Semarang Libatkan Penegak Hukum
TAGGED:Dorong Kreativitas Sineas MudaLewat Workshop dan Mini Lab FilmPemkot Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?