SEMARANG (Jatengdaily.com) – Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Wilayah Jawa Tengah menutup rangkaian perayaan Milad ke-27 tahun 2025 dengan sebuah acara puncak yang khidmat dan penuh makna.
Kegiatan tersebut digelar pada Ahad, 11 Januari 2026, bertempat di Aula Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda Sekayu, dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Perayaan milad ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan panjang yang telah dimulai sejak Hari Ulang Tahun Forhati pada Senin, 22 Desember 2025. Pada momentum tersebut, para pengurus dan anggota Forhati berkumpul di Citra Grand dalam suasana kebersamaan yang religius.
Acara diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan shalat Maghrib berjamaah, khataman Al-Qur’an melalui tadarus bersama, serta kajian mendalam mengenai kandungan nilai-nilai Al-Qur’an.
Puncak perayaan Milad ke-27 kemudian dilaksanakan di Aula Balai Kota Semarang dengan mengusung semangat spiritual dan kepedulian sosial.
Forhati Jawa Tengah memberikan santunan kepada pesantren serta Muallaf Center binaan Forhati yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Forhati dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan pengabdian sosial.
Forhati sendiri merupakan forum alumni perempuan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). HMI adalah organisasi mahasiswa yang berdiri pada 5 Februari 1947 oleh Lafran Pane, dengan dua asas utama, yakni keislaman dan keindonesiaan.
Asas keislaman menegaskan tujuan HMI untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT, berlandaskan nilai tauhid, kemanusiaan, keadilan sosial, serta ilmu pengetahuan.
Sementara asas keindonesiaan meneguhkan komitmen HMI dalam menjaga dan memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.
Dalam perjalanannya, kader dan alumni HMI dikenal aktif dalam menjaga demokrasi, membendung radikalisme, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa di berbagai bidang.
Tak heran jika Jenderal Besar Soedirman pernah menyebut HMI bukan sekadar Himpunan Mahasiswa Islam, melainkan Harapan Masyarakat Indonesia.
Sebagai wadah alumni perempuan HMI, Forhati berperan strategis dalam mengonsolidasikan potensi intelektual dan profesional anggotanya.
Melalui berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya, Forhati terus berupaya berkontribusi dalam pembangunan nasional dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Pada Milad ke-27 ini, Bidang Agama, Sosial, dan Kebudayaan dipercaya sebagai penanggung jawab kegiatan. Forhati Jawa Tengah menghadirkan dialog interaktif spiritual bersama Ustadz Okeu Setiawan dengan tema “Hidup Bahagia Dunia Akhirat Bersama Al-Qur’an.”
Ketua Panitia, Dr. Sri Sularti Dewanti Handayani, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan milad tidak hanya diisi dialog interaktif, tetapi juga pemberian santunan kepada pesantren dan Muallaf Center binaan Forhati.
Santunan yang diberikan berupa paket sembako, peralatan shalat, buku pedoman shalat, Iqra’, mushaf Al-Qur’an, serta Al-Qur’an terjemahan khusus lansia dengan ukuran besar.
Bantuan tersebut berasal dari keluarga besar Forhati serta dukungan sejumlah lembaga. Baznas Provinsi Jawa Tengah menyumbangkan 150 paket sembako, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah memberikan 30 paket sembako dan sebagian Al-Qur’an lansia, sementara Percetakan Intan Pariwara menyumbangkan 115 mushaf Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Koordinator Presidium Forhati Wilayah Jawa Tengah, Iksiroh El Husna Mahfudz, menegaskan bahwa bergabung dengan HMI saat menjadi mahasiswa merupakan sebuah pilihan sadar.
Namun, lanjutnya, menjadi bagian dari Forhati adalah sebuah keharusan moral sebagai bentuk tanggung jawab alumni dalam menjaga kesinambungan kaderisasi calon pemimpin masa depan.
Hal senada disampaikan Presidium KAHMI Jawa Tengah, H. Teguh Suhardi, yang menekankan bahwa alumni HMI memiliki tanggung jawab untuk terus membersamai dan mendampingi proses pembinaan dan perkaderan HMI. Acara ditutup dengan dialog dan kajian interaktif bersama Ustadz Okeu Setiawan.
Dalam pemaparannya, Ustadz Okeu mengajak peserta membumikan Al-Qur’an sebagai solusi atas berbagai persoalan kehidupan. Ia menekankan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi dipahami dan dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 300 peserta memadati Aula Balai Kota Semarang dan mengikuti kajian dengan penuh antusias. Bahkan, banyak peserta menyayangkan keterbatasan waktu karena masih banyak pertanyaan yang ingin disampaikan namun belum sempat terakomodasi.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Milad ke-27 ini, Forhati Wilayah Jawa Tengah berharap seluruh agenda yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat. St
0



