By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Lima Tahun Terputus, Jembatan Penghubung Desa Cucukan dan Kotesan Klaten Berfungsi Kembali
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Lima Tahun Terputus, Jembatan Penghubung Desa Cucukan dan Kotesan Klaten Berfungsi Kembali

Last updated: 15 Januari 2026 09:43 09:43
Jatengdaily.com
Published: 15 Januari 2026 09:43
Share
Peresmian jembatan. Foto: prov Jateng
SHARE

KLATEN (Jatengdaily.com)— Setelah sekitar lima tahun terputus lantaran diterjang banjir, jembatan penghubung Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, akhirnya berfungsi kembali.

Konektivitas warga di dua desa tersebut kini kembali dipermudah, dengan pembangunan jembatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Polres Klaten.

Jembatan Merah Putih di Dukuh Matangan, Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan itu, diresmikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Rabu (14/1/2026). Jembatan tersebut merupakan satu dari 19 Jembatan Merah Putih di berbagai daerah, yang diresmikan serentak.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berharap, jembatan tersebut dapat membantu mempermudah mobilitas masyarakat setempat. Juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Mudah-mudahan jembatan ini betul-betul bisa bermanfaat buat anak-anak kita, masyarakat kita, petani kita, dan juga seluruh yang memanfaatkan jembatan ini,” katanya, didampingi Gubernur Ahmad Luthfi.

Kapolri menjelaskan,rencananya ada 63 jembatan di Jawa Tengah, yang diperbaiki atau dibangun dengan kolaborasi antara Pemprov Jateng dan jajaran Polda Jateng. Dari jumlah tersebut sudah selesai 19 jembatan, termasuk yang ada di Desa Cucukan. Sementara sisanya masih dalam proses pembangunan.

“Dalam pengerjaannya, ini juga melibatkan langsung masyarakat di sekitar, sehingga kemudian terjalin interaksi yang baik. Se-Indonesia total ada 171 jembatan yang sudah terbangun, Jawa Tengah merupakan yang paling besar,” jelasnya.

Sebagai informasi, jembatan di Dukuh Matangan tersebut mulaya dibangun secara swadaya masyarakat pada 1981. Bangunan itu menjadi jembatan penghubung yang mempermudah akses masyarakat di Desa Cucukan dan Desa Kotesan. Pada 2021, jembatan tersebut terputus karena diterjang banjir, dan masyarakat harus menempuh jalur memutar.

Pada 2025, Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan senilai Rp400 juta ditambah swadaya dari Polres Klaten, untuk membangun kembali jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar 4 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono mengatakan, jembatan tersebut merupakan bukti kolaborasi dan gotong royong antara Pemerintah Provinsi dengan Polri. Terutama, dalam upaya memberikan layanan dasar kepada masyarakat.

Hal itu sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Ahmad Luthfi, untuk menggenjot infrastruktur layanan dasar. Salah satunya jembatan dan jalan. Bahkan untuk 2026, ada sekitar 679 usulan pembangunan jembatan di Jawa Tengah yang diajukan ke Presiden. Meliputi jembatan penyeberangan orang, jembatan gantung, maupun rehabilitasi jembatan di 35 kabupaten/ kota.

“Memang di Provinsi Jawa Tengah kemarin ada usulan banyak sekali untuk tahun 2026 ini. Nanti itu akan diverifikasi dulu, termasuk kelanjutan dari program Polri ini. Semuanya berkesinambungan, sehingga anak-anak sekolah, pertanian dan lain-lain, bisa berjalan lancar,” katanya.

Selain jembatan, Pemprov Jateng juga mendukung perbaikan ruas jalan, terutama jalan provinsi, serta kolaborasi dengan kabupaten/ kota untuk konektivitas antarwilayah. Tujuannya, mendukung kelancaran siswa berangkat ke sekolah, distribusi panen, dan konektivitas ekonomi.

Di samping itu Pemprov Jateng juga mengalokasikan sekitar Rp30 miliar, untuk perbaikan irigasi tersier sebagai infrastruktur pendukung swasembada pangan. Alokasi tersebut dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan. she 

You Might Also Like

Pemkab dan Baznas Demak Beri Bantuan Kesejahteraan untuk Tenaga Kependidikan Non ASN dan Beasiswa Produktif Sarjana
TNI-Polri di Pemalang Siap Hadapi Situasi Darurat Selama Pandemi Covid-19
Dampingi Jokowi ke Pasar Pekalongan, Ganjar Diteriaki Presiden 2024
Sistem Resi Gudang di Kabupaten Pemalang Butuh Percepatan Operasionalisasi
Lansia Diprioritaskan, Jateng Targetkan Percepatan Vaksinasi hingga 300 Persen
TAGGED:Gubernur JatengJembatan Penghubung Desa Cucukan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?