TEGAL (Jatengdaily.com)– Ratusan pedagang kaki lima (PKL) kembali menggelar aksi long march dan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tegal, Senin (9/3/2020) siang. Mereka memprotes keras proses pembongkaran sejumlah kios-kios di kawasan Stasiun Tegal. Menyusul revitalisasi danpenataan kawasan Stasiun Tegal.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Agus Sumardi saat berorasi mengatakan para pedagang sengaja datang ke sini untuk bertemu Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Tegal. Massa ingin mempertanyakan pembongkaran terhadap 24 rumah, yang juga dijadikan tempat usaha.
“Atas tindakan pembokaran tersebut barang-barang kami sudah dihancurkan,” katanya.
Menurut Agus, para pedagang dan warga menolak keras pembongkaran. Alasannya, pembongkaran dilakukan tanpa dasar yang jelas, dan pihak tidak mampu menunjukkan surat keputusan dari pengadilan.
“Pembongkaran merupakan tindakan arogansi. Sehingga kami meminta kepada DPRD untuk menggunakan haknya,” pintanya.
Setelah menggelar orasi, sejumlah perwakilan kemudian diterima Ketua DPRD Kusnendro didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidi. wing-she


