Menjemput Berkah Ramadan, MAJT Siapkan Gebyar Ramadan 1447 H Lebih Semarak dan Inklusif

5 Min Read
Jajaran pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menggelar rapat pembentukan panitia Gebyar Ramadan di ruang rapat MAJT,  Senin, 26 Januari 2026.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) –  Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mulai mematangkan persiapan rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan 1447 Hijriah sebagai ikhtiar memakmurkan masjid sekaligus menyemarakkan datangnya bulan suci. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat perdana panitia yang digelar pada Senin, 26 Januari 2026, dengan melibatkan berbagai unsur pengelola dan badan otonom di lingkungan MAJT.

Gebyar Ramadan 1447 H tahun ini akan diselenggarakan melalui kerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga, sebagai wujud sinergi dakwah dan penguatan peran masjid di tengah umat. Panitia diketuai oleh Prof. Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag, Sekretaris Bidang Ketakmiran Pelaksana Pengelola (PP) MAJT, yang menegaskan bahwa Ramadan harus dihadirkan sebagai momentum spiritual yang hidup, bermakna, dan membumi.

“Ramadan adalah bulan tarbiyah dan pembinaan. MAJT ingin menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk sekaligus ruang belajar, berbagi, dan mempererat ukhuwah,” ujar Prof. Ahmad Izzuddin dalam rapat tersebut.

Rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan akan diawali dengan Dugderan, tradisi khas Kota Semarang dalam menyambut datangnya bulan suci.

Selanjutnya, sebagai pembuka resmi kegiatan Ramadan, MAJT akan menggelar Pesantren Ramadan ROHIS se-Indonesia yang bekerja sama dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII). Kegiatan ini diharapkan menjadi wahana pembinaan spiritual dan karakter bagi pelajar dari berbagai daerah.

Sejumlah kegiatan khas MAJT tetap menjadi ruh utama selama Ramadan. Di antaranya Kajian Bakda Subuh, Ngaji Kitab Nashaihul Ibad bakda salat Zuhur, serta Khataman Al-Qur’an 30 Juz bersama Santri Tahfidz MAJT–BAZNAS Jawa Tengah bakda salat Asar.

Menjelang waktu berbuka, jamaah juga akan disuguhi Talkshow Ramadan “Kupasan Ramadan Penuh Makna (KURMA) MAJT” yang menghadirkan narasumber inspiratif dan menyejukkan.

Pada malam hari, suasana ibadah akan semakin semarak dengan pelaksanaan Salat Tarawih satu juz setiap malam, yang diimami oleh imam-imam pilihan, termasuk qari’ juara internasional, sehingga diharapkan mampu menumbuhkan semangat jamaah untuk istiqamah dalam qiyamul lail.

Sebagai wujud kepedulian sosial, MAJT setiap hari akan menyiapkan ratusan paket buka puasa yang melibatkan dan memberdayakan UMKM di lingkungan MAJT.

Program ini juga membuka ruang partisipasi masyarakat luas untuk berdonasi atau berbagi, dengan menghubungi panitia Ramadan 1447 H di nomor 0821-3497-0000.

Kegiatan khusus Ramadan juga akan melibatkan badan otonom di MAJT. Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT) akan menggelar Pesantren Anak Ramadan, sementara Pengajian Ibu-ibu Masjid Agung Jawa Tengah (PIMA JT) menyiapkan program Bakti Sosial sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.

Tak hanya itu, panitia juga kembali menyelenggarakan Lomba Da’i dan Qari tingkat nasional dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Program ini dirancang untuk menarik minat generasi muda, khususnya Generasi Z, agar lebih dekat dengan masjid dan menjadikan MAJT sebagai ruang ekspresi dakwah dan kreativitas islami.

Menjelang akhir Ramadan, MAJT akan menggelar Iktikaf Malam Likuran sebagai puncak penguatan spiritual dan penghayatan malam-malam terakhir Ramadan. Sementara itu, pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H direncanakan akan menghadirkan KH. Zulfa Mustafa sebagai khatib, dengan imam KH. Ulil Abshar, A.H., qari’ juara internasional.

Rapat perdana panitia Gebyar Ramadan 1447 H turut dihadiri sejumlah pengurus MAJT, antara lain Drs. KH. Istajib AS, Dr. Hery Pamungkas, SS, M.Com, Ir. H. Suparno, Hery Nugroho, S.Pd, M.Pd, serta unsur panitia dari pegawai dan badan otonom MAJT, yakni RISMA JT dan PIMA JT.

Melalui rangkaian kegiatan ini, MAJT berharap partisipasi jamaah semakin meningkat, baik dalam kajian keislaman maupun pelaksanaan ibadah. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga pusat syiar Islam, edukasi, pembinaan umat, dan penguatan peradaban.

“Semoga semangat Ramadan tidak hanya dirasakan oleh jamaah dewasa, tetapi juga menjadi pengalaman spiritual yang membekas bagi anak-anak dan generasi penerus,” harap panitia.

Menutup rapat, Drs. KH. Istajib AS berpesan agar seluruh panitia bekerja dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan kesungguhan. Ia berharap Gebyar Ramadan 1447 H dapat terselenggara lebih semarak sekaligus meningkat dari sisi kualitas dan kebermanfaatannya.

“Ramadan tahun ini harus lebih hidup, lebih bermakna, dan lebih memberi dampak bagi umat. Bukan sekadar ramai, tetapi benar-benar menghadirkan keberkahan,” tegasnya.

Dengan persiapan yang matang dan sinergi seluruh elemen, MAJT optimistis Gebyar Ramadan 1447 H akan menjadi momentum spiritual yang menyejukkan, mempererat ukhuwah islamiyah, serta meneguhkan peran masjid sebagai pusat kehidupan umat Islam. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.