By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Workshop Menulis di USM, Supari: Narasi Bisa Mengubah Perspektif Generasi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Workshop Menulis di USM, Supari: Narasi Bisa Mengubah Perspektif Generasi

Last updated: 13 Maret 2026 21:48 21:48
Jatengdaily.com
Published: 13 Maret 2026 06:40
Share
Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC), menggelar workshop “Kreatif Menulis pada Era Industri Kreatif,” pada Kamis (12/3/2026), di Ruang Teleconference, Menara USM, dengan pembicara kunci (keynote speaker) Rektor USM, Dr Supari, ST, MT. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC), menggelar workshop “Kreatif Menulis pada Era Industri Kreatif,” pada Kamis (12/3/2026), di Ruang Teleconference, Menara USM, dengan pembicara kunci (keynote speaker) Rektor USM, Dr Supari, ST, MT.

Kegiatan menghadirkan narasumber sastrawan Triyanto Triwikromo dan CEO PT Marimas Putra Kencana yang juga content creator edukatif, Harjanto Kusuma Halim, dipandu Direktur USM LCC, Adi Ekopriyono, diikuti para mahasiswa dan dosen.

Supari mengemukakan, menulis sesungguhnya bukan soal merangkai kata, melainkan cara merangkai pikiran. Menulis adalah proses mendisiplinkan gagasan, latihan kejujuran intelektual. Bahkan lebih dari itu, menulis adalah latihan keberanian, yakni keberanian untuk memiliki sudut pandang.

Kreativitas memiliki nilai sosial dan kultural. Tulisan dapat membangun kesadaran. Narasi dapat mengubah perspektif. Konten dapat membentuk karakter generasi.

”Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai titik awal membangun budaya menulis. Titik awal membangun keberanian berpikir. Titik awal membangun integrasi antara kedalaman akademik dan kelincahan digital. Mari kita membuka pikiran, membuka diri terhadap ide-ide baru, dan berani bereksperimen,” kata Supari.

Pada era industri kreatif ini, mereka yang bertahan bukan yang paling kuat, melainkan yang paling adaptif. Bukan yang paling cepat, melainkan yang paling kreatif.

Menurut Triyanto, secara teologis menulis adalah respons manusia terhadap perintah Tuhan, “Bacalah!” Apa yang dibaca? Tentu saja tulisan, tapi ada perintah lain, yaitu “Tulislah!”.

Secara historis, katanya, menulis adalah tindakan perekaman jejak, upaya untuk melawan lupa, mengekalkan sesuatu yang kelak retak dan kita membikinnya abadi, tindakan menziarahi masa depan. Secara filosofis, menulis adalah tindakan untuk mengekspresikan diri. “Aku menulis karena itu aku meruang dan mewaktu. Aku menulis karena itu aku kontekstual,” ujranya.

Harjanto Halim mengungkapkan, ide visualisasi gagasan atau tulisan bisa diperoleh dari pengalaman hidup sehari-hari, di mana pun, kapan pun. “Sering ide itu muncul pada kondisi kita rileks. Biasanya, saya spontan membuat konten,” katanya. St

You Might Also Like

Pelepasan Balon Tandai Pembukaan Haul dan Haflah Ke-11 Pesantren Life Skill Daarun Najaah
Komitmen terhadap Pembangunan Berkelanjutan, Pertamina Foundation Jalin Kerja Sama dengan UNY
Mahasiswa Magister Hukum USM Kuliah Kerja Lapangan di Kemenkumham RI
Sekolah Vokasi Undip Ciptakan Kendaraan Buggy Car Hybrid  Berbasis Energi Surya
Rekomendasi Terbaik yang Ingin Kuliah Sambil Kerja
TAGGED:GenerasiNarasi Bisa Mengubah PerspektifRektor SupariWorkshop Menulis di USM
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?