By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Hadapi Kemarau, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Hadapi Kemarau, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih

Last updated: 6 Mei 2026 10:51 10:51
Jatengdaily.com
Published: 6 Mei 2026 10:51
Share
Ilustrasi. BPBD Kabupaten Semarang melakukan droping air bersih di Dusun/Desa Plumutan Kecamatan Bancak yang warganya mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Foto : dok. BPBD Kabupaten Semarang.
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah mulai bersiap-siap untuk menghadapi musim kemarau pada 2026. Setidaknya 123 juta liter air bersih sudah disiapkan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengantisipasi kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan memaparkan, telah melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan secara komprehensif.

“Tahun 2026 ini hasil koordinasi kami dengan BPBD kabupaten/kota sudah disiapkan 123 juta liter air, ada 18 kabupaten/kota yang diperkirakan akan terdampak. Sudah siap untuk didistribusikan,” katanya saat rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) triwulan I-2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin, 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan, saat ini memang masih terjadi hujan di wilayah Jawa Tengah. Sebab, perkiraan khusus Pulau Jawa akan memasuki musim kemarau pada bulan Juni.

“Peristiwa di tahun 2026 ini diperkirakan hampir sama seperti di tahun 2024. Di mana pada tahun 2024, BPBD provinsi maupun kabupaten/kota sudah bisa mendistribusikan di 54 juta liter air,” jelasnya.

Terkait distribusi tersebut juga sudah dilakukan pemetaan termasuk alat distribusi. Menurut Bergas, saat ini masih dilakukan kajian dan perhitungan terkait biaya distribusi mengingat adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, untuk kesiapan menghadapi musim kemarau sudah ada koordinasi dengan kabupaten/kota. Salah satunya untuk pemetaan daerah-daerah rawan kekeringan di Jawa Tengah.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi mengenai persoalan tersebut dengan sejumlah BUMD, supaya dampak kekeringan bisa diantisipasi.

“Nanti kita koordinasikan lagi, termasuk dengan beberapa BUMD juga kita kondisikan. Ini untuk membantu agar dampak kekeringan bisa dikurangi. Tidak hanya soal kebutuhan air bersih dan air baku, tetapi juga dampaknya pada swasembada pangan,” katanya. she

You Might Also Like

Jelang Libur Nataru, Kapolri Imbau PO Bus Jarak Jauh Siapkan Sopir Cadangan
Komisi XIII DPR Sosialisasi HAM, Dorong Masyarakat Makin Sadar Hak dan Kewajibannya
Minimalkan Pemalsuan Dokumen, Wabup Demak Dukung Sosialisasi Sertifikat Tanah Elektronik
MU Bakal Belanja Pemain Skuat Juara
Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Ancaman Hantavirus, Edy Wuryanto Ingatkan ‘One Health System’
TAGGED:Hadapi Kemarau
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?