Mahasiswa Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Undip Raih Juara di JISF

3 Min Read
Mahasiswa Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Undip raih medali perak di JISF. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)— Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) dalam ajang internasional Jakarta International Science Fair (JISF) 2026 yang diselenggarakan pada 23–27 April 2026.

Dalam kompetisi tersebut, tim SAWITFEEDER yang beranggotakan Fransiskus Situngkir, Muhamad Herian Agustin, Ahmad Muhliqul Khotamaini, dan Muhamad Ikhsan Habibi berhasil meraih Medali Perak (Silver Medal) pada kategori Environmental Science.

Kompetisi yang digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan i3L University ini merupakan ajang ilmiah bergengsi tingkat internasional yang bertujuan mendorong inovasi serta kolaborasi di bidang sains secara global. JISF menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, dan inovator dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil penelitian, ide kreatif, serta temuan ilmiah mereka.

Selain sebagai kompetisi, JISF juga menghadirkan forum interaktif yang memungkinkan peserta untuk bertukar gagasan, berdiskusi secara ilmiah, serta memperluas wawasan lintas disiplin ilmu. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir inovasi-inovasi baru yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan global.

Inovasi yang diusung berjudul SAWITFEEDER: An Integrated Shredding and Pelletizing Machine Utilizing Oil Palm Fronds for Sustainable Optimization of Plantation Waste, yaitu sebuah mesin terpadu yang dirancang untuk mencacah dan mengolah pelepah kelapa sawit menjadi produk berbentuk pelet yang bernilai guna. Teknologi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah perkebunan kelapa sawit menjadi sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran mahasiswa yang tergabung dalam kelas kerja sama yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Sebanyak tiga anggota tim merupakan mahasiswa dari kelas kerja sama BPDPKS angkatan 2024 di Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik.

Program beasiswa ini bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang kompeten dalam mendukung pengembangan industri kelapa sawit nasional, baik dari sisi teknologi, inovasi, maupun keberlanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata.

Prestasi yang diraih ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi di tingkat internasional. Selain itu, pencapaian ini juga menunjukkan komitmen Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro dalam mendukung penguatan riset dan inovasi guna mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat. she

Share This Article