Mahasiswa Prodi Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Undip Raih Medali Emas dan Penghargaan di WYIE 2026

3 Min Read
Mahasiswa Prodi Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Undip raih medali emas dan penghargaan di WYIE 2026 di Malaysia. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV UNDIP) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Tim Vocasignora dari Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Sekolah Vokasi UNDIP, berhasil meraih Gold Medal serta penghargaan bergengsi Best International Invention and Innovation dari National Research Council of Thailand pada ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

WYIE 2026 merupakan bagian dari International Invention, Innovation and Technology Exhibition, salah satu ajang kompetisi inovasi internasional terbesar di dunia. Pada tahun ini, kompetisi tersebut diikuti oleh lebih dari 1.000 karya inovasi dari 17 negara, di antaranya Malaysia, Aljazair, Tiongkok, Indonesia, Hong Kong, Oman, Arab Saudi, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Makau, Qatar, serta berbagai negara lainnya.

Dibimbing langsung oleh Ketua Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, SV UNDIP Dr. Sri Utami Handayani, S.T., M.T., Tim Vocasignora yang terdiri dari Marska Fakhri Mulyana selaku ketua tim, Rizkiyan Maulana, Suci Indah Maulidia, dan Wilujeng Riyani berhasil menunjukkan kualitas inovasi mahasiswa vokasi Indonesia di tingkat internasional melalui karya teknologi yang inovatif dan berdampak sosial.

Pada ajang tersebut, Tim Vocasignora berhasil menarik perhatian dewan juri melalui inovasi berjudul: “Vocasignora: Implementation of Smart Technology in Communication Processes to Assist Deaf and Speech-Impaired Individuals.”

Teknologi Bantu Tunarungu dan Tunawicara

Vocasignora merupakan teknologi komunikasi berbasis smart system dan Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu penyandang tunarungu dan tunawicara berkomunikasi dengan masyarakat umum.

Teknologi ini mampu menerjemahkan bahasa isyarat menjadi suara serta mengubah suara menjadi teks secara real-time sehingga menciptakan komunikasi dua arah yang lebih inklusif dan mudah diakses.

Marska Fakhri Mulyana selaku ketua Tim Vocasignora menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan pengembangan generasi ketiga yang terus disempurnakan oleh tim. Pada versi terbaru ini, sistem AI yang digunakan telah ditingkatkan dari sisi responsivitas, akurasi pembacaan bahasa isyarat, serta kenyamanan penggunaan.

“Di pengembangan terbaru ini, kami fokus meningkatkan akurasi pembacaan bahasa isyarat dan respons sistem agar pengguna bisa berkomunikasi dengan lebih nyaman dan efektif,” ujarnya.

Keberhasilan meraih Gold Medal serta Best International Invention and Innovation Award dari National Research Council of Thailand menjadi bukti bahwa mahasiswa Sekolah Vokasi UNDIP mampu menghadirkan inovasi teknologi yang kompetitif dan berdampak bagi masyarakat.

“Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan nantinya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Keberhasilan ini turut didukung oleh berbagai pihak, di antaranya PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Jasamarga, PT Semen Gresik Rembang, serta IKA PAT, FNGT, D3, dan D4 Teknik Mesin Vokasi UNDIP yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan inovasi serta partisipasi tim dalam ajang internasional WYIE 2026 Malaysia.  she 

Share This Article