By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Mahasiswa Ilkom USM Gelar Sosialisasi Komunikasi Gender di SMKN 2 Semarang
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Mahasiswa Ilkom USM Gelar Sosialisasi Komunikasi Gender di SMKN 2 Semarang

Last updated: 3 Juni 2026 15:40 15:40
Jatengdaily.com
Published: 3 Juni 2026 05:29
Share
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (Ilkom USM) menyelenggarakan Sosialisasi Komunikasi Gender bertajuk ''Ruang Aman untuk Semua'' di SMK Negeri 2 Semarang, baru-baru ini.Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)  – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (Ilkom USM) menyelenggarakan Sosialisasi Komunikasi Gender bertajuk ”Ruang Aman untuk Semua” di SMK Negeri 2 Semarang, baru-baru ini.

Para mahasiswa tersebut terdiri atas Ketua Wiku Dwi Aji Pramono, ​Sekretaris Muhammad Dava Aji Pratama​, Bendahara Nadya Puspa Zahra​​, anggota ⁠Ikhsan Ramadhan​​, Lusyana Dewinta Sari​​, Rayhan Atalla ​​, Praja Adi Dharma​​, Mohamad Sabiqul Umam, Gunawan Bima Kusuma, Ika Fistiana.

Menurut Wiku, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas yang diampu Retno Manuhoro Setyowati SSos, MIKom.

Kegiatan yang diikuti kelas X Jurusan Usaha Layanan Pariwisata (ULP) itu mengusung tagline “Saling Rangkul, Bukan Saling Sikut: Wujudkan Ruang Aman Bersama”.

”Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, suportif, dan bebas dari perilaku diskriminasi maupun perundungan sosial,” katanya.

Sementara itu, materinya, Praja Adi Dharma menjelaskan konsep safe space atau ruang aman sebagai lingkungan yang memungkinkan setiap individu merasa dihargai, didengarkan, dan diterima tanpa rasa takut akan adanya stigma, penghakiman, maupun pengucilan sosial.

Materi yang disampaikan juga menyoroti berbagai fenomena yang kerap terjadi di lingkungan remaja, seperti pembentukan kelompok eksklusif (geng atau circle), perilaku saling menghakimi, body shaming, hingga konflik interpersonal yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan kenyamanan siswa di sekolah.

”Ruang aman bukan berarti semua orang harus selalu setuju satu sama lain, tetapi bagaimana kita bisa saling menghargai tanpa menjatuhkan. Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang membuat siswa merasa nyaman untuk berkembang dan menjadi diri sendiri tanpa takut dikucilkan,” ujar Praja.

Kegiatan diawali dengan mengajak para siswa menyaksikan film pendek yang mengangkat isu pertemanan dan pengucilan sosial.

Setelah penayangan film, peserta diberikan lembar refleksi untuk menuliskan pandangan, perasaan, serta pelajaran yang mereka peroleh dari tayangan tersebut.

”Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama untuk membahas hasil refleksi yang telah dituliskan,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Nadya Puspa Zahra. Dia berharap, para siswa tidak hanya menonton film pendek, tetapi juga berani menyampaikan yang mereka rasakan dan pikirkan.

”Kami berharap, mereka bisa lebih memahami pentingnya empati, saling menghargai, dan menjaga perasaan satu sama lain dalam lingkungan pertemanan,” ujar Nadya. St

You Might Also Like

Unissula Menjadi Pilihan Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Bidan Baru Unissula Siap Mengabdi dan Layani Masyarakat
Kembangkan Kerjasama, Unissula dan Universitas Islam Al Azhar Mataram Lakukan MoU
USM Raih Sertifikasi ISO 21001:2018
Jejak Pertama Maba di Kampus Merah Putih, dari Rasa Canggung Menjadi Kebersamaan
TAGGED:Gelar SosialisasiKomunikasi Gender di SMKN 2 SemarangMahasiswa Ilkom USM
Share This Article
Facebook Email Print
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?