Alumni Sekolah Vokasi Undip Tangani Proyek Australia hingga New Zealand Berkat Kompetensi Green Building

4 Min Read
Hanna Sabrina

SEMARANG  (Jatengdaily.com)– Pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri global kembali membuktikan hasil nyata. Hanna Sabrina, alumni Program Studi Teknologi Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur (TISPA) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 2021, berhasil meniti karier internasional sebagai Project Coordinator and Internal Sales pada perusahaan yang bergerak di bidang lighting manufacturing dan illumination engineering di Australia.

Dalam pekerjaannya, Hanna menangani berbagai proyek pencahayaan (lighting projects) yang tersebar di Australia, Tasmania, New Zealand, hingga kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Secara khusus, ia bertanggung jawab menangani proyek di wilayah Queensland, Australia.

Perusahaan tempat Hanna bekerja mengembangkan solusi custom linear lighting, yaitu sistem pencahayaan yang dirancang secara khusus sesuai kebutuhan setiap proyek.

Peran tersebut menuntut kombinasi kemampuan teknis, desain, komunikasi dengan klien, serta pemahaman terhadap standar bangunan modern.

“Saya menangani proses mulai dari menerjemahkan kebutuhan klien menjadi sebuah desain pencahayaan menggunakan produk linear, kemudian menyiapkan quotation, memilih produk yang sesuai, menentukan spesifikasi teknis, hingga memastikan desain siap diproduksi. Saya juga menyiapkan shop drawing baik untuk klien maupun tim produksi,” jelas Hanna.

Menurut Hanna, bekal yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro memberikan fondasi yang sangat relevan dengan tuntutan pekerjaannya saat ini.

Ia mengaku bahwa mata kuliah yang berkaitan dengan fisika bangunan, green building, daylighting, visual comfort, hingga penggunaan perangkat lunak DIALux menjadi kompetensi yang sangat bernilai di industri pencahayaan internasional.

“Kompetensi mengenai daylighting, visual comfort, hingga penggunaan aplikasi DIALux ternyata menjadi kemampuan yang cukup langka tetapi sangat dibutuhkan di industri lighting. Alhamdulillah, secara garis besar apa yang diajarkan selama kuliah dulu sangat relevan dengan pekerjaan saya sekarang,” ungkapnya.

Keberhasilan Hanna menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu bersaing pada pasar tenaga kerja internasional melalui penguasaan kompetensi yang spesifik dan sesuai kebutuhan industri.

Dunia konstruksi dan bangunan modern saat ini semakin menempatkan sistem pencahayaan sebagai bagian penting dari efisiensi energi, kenyamanan visual, dan keberlanjutan (sustainability). Oleh karena itu, keahlian di bidang lighting design menjadi salah satu kompetensi yang semakin banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan global.

Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., menyampaikan bahwa capaian alumni merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan vokasi yang mengedepankan keterampilan terapan sekaligus relevansi dengan kebutuhan dunia kerja.

“Keberhasilan Hanna menunjukkan bahwa kompetensi yang diajarkan di Sekolah Vokasi Undip mampu menjawab kebutuhan industri global. Kami terus mendorong pembelajaran yang berbasis praktik, teknologi, dan standar internasional sehingga lulusan tidak hanya siap bekerja di Indonesia, tetapi juga mampu berkarier di berbagai negara.”

Menurutnya, pengalaman alumni yang bekerja di perusahaan global juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya pada bidang-bidang yang sedang berkembang seperti green building, building performance, dan sustainable engineering.

Sejalan dengan semangat Vocational Skills to Real-World Impact, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro terus memperkuat kurikulum berbasis industri, pembelajaran berbasis proyek, sertifikasi kompetensi, serta kolaborasi internasional agar semakin banyak lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata di tingkat nasional maupun global.  she 

Share This Article