By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Bupati Demak Sebut Hasil Penelitian Warga Jangan Berhenti di Lomba, Harus Jadi Solusi Daerah
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Bupati Demak Sebut Hasil Penelitian Warga Jangan Berhenti di Lomba, Harus Jadi Solusi Daerah

Last updated: 28 Juli 2026 15:40 15:40
Jatengdaily.com
Published: 28 Juli 2026 15:40
Share
Bupati dr Hj Eisti'anah SE didampingi Kepala Bapperida Kabupaten Demak Masbahatun Ni'amah SSi saat meninjau papan ringkasan penelitian peserta lomba. Foto : sari jati
SHARE
DEMAK (Jatengdaily.com)– Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE menegaskan hasil penelitian masyarakat tidak boleh berhenti hanya sebagai karya ilmiah atau sekadar menjadi juara lomba. Pemerintah Kabupaten Demak berkomitmen mengkaji setiap penelitian yang dinilai berkualitas untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah. Hal itu disampaikan saat menghadiri Lomba Penelitian Tingkat Kabupaten Demak Tahun 2026 yang digelar Bapperida, Selasa (28/07/2026).
Menurut Eisti’anah, penyelenggaraan lomba penelitian menjadi bukti bahwa Pemkab Demak membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi membangun daerah melalui gagasan dan riset. Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi hingga masyarakat umum.
“Ini hal luar biasa Bapperida mengadakan lomba penelitian. Banyak ide dari masyarakat yang nantinya bisa menjadi salah satu sumber pertimbangan dalam penyusunan kebijakan Pemerintah Kabupaten Demak. Kalau hasil penelitiannya bagus, tentu bisa kita ambil sebagai kebijakan ke depan,” ujar Bupati Eisti’anah.
Dikatakan, berbagai penelitian yang dipresentasikan peserta telah menyentuh persoalan nyata yang dihadapi Kabupaten Demak. Salah satunya mengenai solusi menghadapi kekeringan, pemanfaatan energi surya, hingga pengembangan potensi karbon mangrove di wilayah pesisir yang dinilai memiliki prospek besar untuk mendukung ekonomi hijau.
Ia bahkan mendorong para peneliti agar tidak berhenti pada skala penelitian yang masih terbatas. Menurutnya, berbagai temuan tersebut masih dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah maupun berbagai pihak agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.
 “Kalau kita bisa mengambil sesuatu yang positif dari berbagai kendala di Kabupaten Demak, pasti banyak yang akan didapat. Mangrove di pesisir Demak memiliki potensi karbon yang sangat baik dan itu bisa menjadi peluang untuk terus dikembangkan,” kata bupati.
Diungkapkan pula bahwa Pemkab Demak melalui Bapperida telah membentuk komunitas peneliti yang selama dua tahun terakhir rutin melakukan pembinaan dan diskusi. Keberadaan komunitas tersebut dinilai sangat membantu pemerintah dalam memperoleh berbagai masukan ilmiah, mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah.
Lebih lanjut, ia menilai tema “Inisiasi Ekonomi Hijau untuk Mendukung Ekonomi Berkelanjutan” sangat relevan dengan arah pembangunan saat ini. Menurutnya, setiap kebijakan harus mulai mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan agar pembangunan yang dilakukan hari ini tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang.
“Kalau hasil penelitian hanya dilombakan lalu selesai, masyarakat akan kehilangan semangat untuk berkontribusi. Tetapi jika hasil penelitian benar-benar dimanfaatkan pemerintah, saya yakin akan semakin banyak warga Demak yang berlomba menghasilkan karya terbaik. Apa yang kita bangun hari ini harus menjadi warisan yang baik bagi anak cucu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Demak Masbahatun Ni’amah SSi menjelaskan Lomba Penelitian Tahun 2026 diikuti 41 proposal dari berbagai kalangan. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 17 penelitian terbaik mengikuti tahap presentasi akhir. Selain memperebutkan hadiah pembinaan, trofi, dan piagam, hasil penelitian tersebut diharapkan menjadi bank gagasan yang dapat dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Demak dalam merumuskan program pembangunan berbasis riset dan ekonomi hijau.rie-she

You Might Also Like

Polres Pemalang Minta Nelayan Pakai Masker saat Melaut
Daop 4 Semarang Layani 823 Ribu Penumpang saat Libur Nataru
Hut Bhayangkara, Polisi Tetap Jaya
Jubir Satgas COVID-19: Unjuk Rasa Jangan Sampai jadi Klaster Baru
Menag di Puncak Perayaan Waisak, Keberagamaan adalah Kekuatan
TAGGED:bupati demaklomba penelitian
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?