By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: PPFF Semarang Mantapkan Ekosistem Pertanian Mandiri dari Hulu ke Hilir
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

PPFF Semarang Mantapkan Ekosistem Pertanian Mandiri dari Hulu ke Hilir

Last updated: 23 Agustus 2026 19:56 19:56
Jatengdaily.com
Published: 23 Agustus 2026 19:56
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf Semarang terus mengembangkan posisinya sebagai lokomotif kemandirian pangan melalui akselerasi program low-cost greenhouse komunal. Sebagai tindak lanjut sinergi berkelanjutan dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia Pusat, dan Universitas Gadjah Mada (UGM), agenda strategis selama dua hari baru saja diselesaikan guna memastikan kesiapan infrastruktur hingga hilirisasi teknologi.

Pada hari pertama, peninjauan berfokus pada progres greenhouse yang terletak di Kampus 3 PPFF. Evaluasi lapangan ini menjadi langkah esensial mengingat PPFF mengemban amanah sebagai pilot project sekaligus mentor bagi pesantren-mentee lainnya dalam merajut ekosistem ketahanan pangan yang solid, yang juga difungsikan sebagai menahan inflasi  yang kian hati semakin melaju.

Memasuki hari kedua, agenda difokuskan pada implementasi agriteknologi dan praktik pengolahan pasca panin yang dipimpin oleh Ibu Dr Sri Rahayu (Bu Yayuk) selaku ketua tim, Dr Djoko, ahli bidang mesin produksi bersama Dr Dodi sebagai ahli budidaya, dan Hilda MS.i, dan beberapa ahli bidang pengolahan pasca-panen dan anggota tim lainnya.

Pendiri dan Pengasuh PPFF Semarang, Dr. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. menjelaskan, tim dosen pakar dari UGM hadir langsung  untuk mendampingi uji coba alat disk mill. Melalui mesin ini, panen cabai kita akan diproses menjadi produk olahan berupa cabai bubuk dan saus. Target ke depannya, produk olahan dari pesantren ini akan kami suplai ke berbagai jaringan minimarket dan supermarket.

Dalam prosesnya, para santri SMK Al Musyaffa dilibatkan secara masif dalam operasional pengolahan. Keterlibatan langsung ini dirancang sebagai proses transfer pengetahuan yang sistematis untuk mencetak generasi santri yang memiliki kompetensi teknis di bidang teknologi pertanian terapan.

Uji coba integrasi mesin pengolahan pada sesi tersebut telah dilaporkan berhasil. Pencapaian ini sekaligus memvalidasi kesiapan sistem produksi dari hulu ke hilir yang telah dirancang.

PPFF Semarang membuktikan bahwa institusi pendidikan berbasis pesantren mampu menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang berkelanjutan, dari proses budidaya di lahan sendiri hingga bermuara pada pemenuhan pasar ritel. she

You Might Also Like

PLN Icon Plus Perkuat Keandalan Konektivitas Pada Rapat Kerja Presiden Prabowo  dan Retreat Kabinet Merah Putih di AKMIL Magelang
Hanya Tersisa 2 Desa di Sayung Demak yang Tak Tergenang Rob
Poros Barat Dinilai Gagal Merespons Pandemi Covid-19
Bank Mandiri Kembali Gelar Mandiri Investment Forum 2024 untuk Tangkap Peluang Investasi
Telkom Bersama ITS Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro bagi Warga Kampung Tlocor Banyuwangi
TAGGED:PPFF Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?