By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Gagas Inovasi AI Terpadu WellGuard, Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip Raih Juara Tingkat Nasional
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Gagas Inovasi AI Terpadu WellGuard, Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip Raih Juara Tingkat Nasional

Jatengdaily.com
Published: 7 September 2026 13:59
Share
Tiaman Gea. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)— Mahasiswa Program Studi D4 Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip), Tiaman Gea, berhasil meraih Juara 3 Tingkat Nasional dalam ajang HSSE Innovation Challenge yang diselenggarakan Pertamina HSE Training Center (HSE TC) Sungai Gerong, Palembang.

Melalui inovasi bertajuk “WellGuard”, Tiaman tidak hanya berhasil meraih prestasi nasional, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengikuti program pelatihan sertifikasi personel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang difasilitasi Pertamina HSE Training Center Sungai Gerong.

Karya ilmiah yang diusung Tiaman berjudul “WellGuard: Rancangan Sistem Terintegrasi Pemantauan Kelelahan Fisik dan Risiko Psikologis Pekerja Industri Energi Berbasis Multimodal Artificial Intelligence, Wearable Biometrik, dan Natural Language Processing sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja”.

Tiaman memaparkan, jika inovasi WellGuard dikembangkan untuk menjawab keterbatasan sistem pemantauan keselamatan kerja konvensional yang selama ini cenderung bersifat reaktif dan dilakukan secara berkala. Pada sektor energi dengan tingkat risiko tinggi, seperti industri minyak dan gas serta pertambangan, kelelahan kerja dan tekanan psikologis dapat menurunkan kesadaran situasional pekerja yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

WellGuard menawarkan sistem pemantauan terpadu yang menggabungkan teknologi wearable biometrik dan kecerdasan buatan untuk memantau kondisi fisik sekaligus risiko psikologis pekerja secara lebih komprehensif.

Pada sisi perangkat keras, sistem ini mengintegrasikan sejumlah sensor biometrik, seperti Heart Rate Variability (HRV), Saturation of Peripheral Oxygen (SpO₂), Galvanic Skin Response (GSR), dan akselerometer ke dalam smart wearpack yang dirancang mengikuti standar kebutuhan industri migas. Sensor tersebut digunakan untuk merekam kondisi vital pekerja secara real-time dan non-intrusif.

Data yang diperoleh kemudian diproses melalui sistem kecerdasan buatan. WellGuard menggunakan model Long Short-Term Memory (LSTM) untuk menganalisis deret waktu fisiologis dan mendeteksi indikasi kelelahan fisik. Sistem tersebut diklaim mampu mencapai tingkat akurasi lebih dari 85 persen.

Selain kondisi fisik, WellGuard juga memanfaatkan Natural Language Processing (NLP) berbasis IndoBERT untuk mendeteksi potensi risiko stres dan kondisi mental melalui analisis catatan jurnal kerja anonim.

Seluruh parameter tersebut selanjutnya dipadukan dalam sistem pengambilan keputusan melalui WellGuard Health Index (WHI). Indeks tersebut menjadi dasar pemberian peringatan secara otomatis kepada pengawas berdasarkan tingkat risiko yang terdeteksi.

Peringatan dapat berupa rekomendasi micro-break selama 15 menit hingga penghentian sementara aktivitas kerja atau mandatory stand-down apabila kondisi pekerja dinilai memiliki risiko tinggi.

“Transformasi sistem K3 industri energi harus bergerak menuju paradigma prediktif. Melalui WellGuard, kami memadukan data fisiologis real-time dan analisis sentimen psikologis untuk memutus siklus degradasi fisik-mental yang rentan memicu kecelakaan kerja di area berisiko tinggi,” ujar Tiaman Gea selaku inovator.

Menurut Tiaman, pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan tidak hanya merespons insiden setelah terjadi, tetapi juga mengidentifikasi potensi risiko sejak dini. Dengan demikian, tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum kondisi pekerja berkembang menjadi faktor pemicu kecelakaan.

Atas capaian sebagai Juara 3 Nasional HSSE Innovation Challenge, Pertamina HSE Training Center Sungai Gerong juga memberikan fasilitas program Pelatihan Sertifikasi Personel K3 bagi para pemenang.

Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali talenta muda dengan kompetensi yang sesuai standar industri sehingga mampu berkontribusi dalam penguatan ekosistem K3 nasional yang mengedepankan prinsip safe, smart, and sustainable.

Ketua Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik SV Undip Dr. Sri Utami Handayani, S.T., M.T., mengatakan, capaian Tiaman sekaligus menunjukkan peran pendidikan vokasi dalam menghasilkan inovasi berbasis riset terapan. WellGuard menggabungkan sejumlah disiplin keilmuan, mulai dari rekayasa mekanik, ergonomi dan K3, hingga kecerdasan buatan modern.

Inovasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi solusi teknologi yang relevan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja, khususnya pada sektor industri energi yang memiliki tingkat risiko tinggi. she

You Might Also Like

Umumkan Pemain untuk Piala Asia U-20 2025, Indra Sjafri Optimistis Raih Hasil Terbaik
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenhub Siapkan Tambahan Moda Transportasi Darat, Laut, dan Udara
Indonesia Pasar Potensial Masuknya Dokter Asing
Finnet dan E2Pay Razer, Ciptakan Ekosistem Voucher Games Digital
Ini Profil Asisten Pelatih Timnas Indonesia Yang Bakal Dampingi Patrick Kluivert
TAGGED:sekolah vokasi UNDIPTiaman Gea
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?