Indonesia potensial masuknya dokter asing. Foto: ilustrasi/dok

SEMARANG- Perijinan praktik tenaga kesehatan, diatur dengan regulasi yang ketat oleh pemerintah. Pemerintah mengawasi dan mengatur tenaga kesehatan dengan melaksanakan program binwas mutu nakes (pembinaan dan pengawasan mutu teanaga kesehatan) dimana registrasi perijinan, uji kompetensi dan semua hal yang terkait pengelolaan dan peningkatan mutu, tenaga kesehatan diatur dengan regulasi yag ketat.

Hal ini juga terkait untuk menerapkan regulasi yang ketat pada tenaga media asing yang masuk ke Indonesia di era globalisasi ini. Demikian dikatakan oleh dr Joko Mardianto MKes, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Jateng, Sabtu (20/4/2019), saat memberi sambutan dalam sumpah dokter Fakultas Kedokteran (FK) Unissula Semarang, di kampus Jalan Kaligawe.

Menurutnya, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta lebih, dan perkembangan ekonomi makro yang cukup signifikan, menjadikan Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi masyarakat dunia khususnya untuk liberalisasi atau globalisasi, dalam pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, perlahan tapi pasti Indonesia tidak dapat mencegah masuknya jasa-jasa pelayanan kesehatan asing. Termausk dokter dan dokter gigi warga negara sing (WNA). Sehigga dokter Indonesia pun harus mempersiapkan diri untuk bersaing dengan dokter asing.

Di indonesia sendiri saat ini baru menawarkan empat pelayanan yakni, hospital service, medical specialist clinic, dental specialist clinic dan nursing. Oleh karenanya, jasa-jasa pelayanan kesehatan dari negara luar pun tak sedikit yang buka praktik di Indonesia. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here