DEMAK (Jatengdaily.com)- Kehadiran Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah berbagai hal, termasuk cara belajar dan mengajar di sekolah. Namun, Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E., mengingatkan para guru agar tidak melihat AI sebagai ancaman, melainkan sebagai teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran.Hal itu disampaikan Eisti’anah saat membuka Diklat Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Mendalam bagi Anggota PGRI Kabupaten Demak Tahun 2026 di Aula Gedung Diklat PGRI Kabupaten Demak. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti 64 guru dari berbagai jenjang pendidikan.
Menurut Eisti’anah, perkembangan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kompetensi para pendidik. Guru tidak cukup hanya menguasai metode pembelajaran konvensional, tetapi juga perlu memahami perkembangan teknologi agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
“AI bukan untuk menggantikan peran guru. AI merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang perlu kita pahami dan manfaatkan secara bijak untuk mendukung proses pendidikan dan pembelajaran,” tegasnya.
Bupati mengatakan peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, berbagai program pelatihan yang selama ini dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan terus dikembangkan sehingga semakin banyak pendidik memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitasnya.
Namun, Eisti’anah mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik dan penguasaan teknologi. Kondisi guru juga perlu menjadi perhatian, termasuk aspek kesehatan dan kesejahteraan, baik secara fisik maupun mental.
“Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk kualitas generasi penerus. Karena itu, kesehatan dan kesejahteraan guru juga harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meminta agar berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekolah tidak serta-merta dibebankan kepada guru maupun peserta didik. Menurutnya, setiap persoalan perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai faktor serta melibatkan pihak-pihak terkait.
Sementara itu, Ketua PGRI Demak H. Sapon, S.Pd., M.Pd., berharap diklat AI tersebut mampu membuat guru semakin kreatif, inovatif, dan adaptif. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat dibagikan kepada peserta didik maupun sesama pendidik. rie-she



