SEMARANG (Jatengdaily.com)— Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit swasta pertama yang menginisiasi kemitraan strategis bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di bidang toksikologi dan penyakit tidak menular (PTM).
Langkah bersejarah ini ditandai dengan penandatanganan pakta kesepakatan keberlanjutan Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjadikan RSI Sultan Agung sebagai salah satu pusat kajian, pelatihan, pendidikan, serta aplikasi klinis penanganan racun (toxin) dan PTM di Indonesia.
Momen penting ini dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan World Snakebite Awareness Day pada 17 September sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 RSI Sultan Agung melalui ajang Penyuluhan Massal Penanganan Gigitan Ular (Snakebite) yang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Acara ini dihadiri langsung oleh pakar toksikologi nasional Kemenkes RI, Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.E.M., Subsp.Tok.(K), FICEP, FIMMA, selaku Ketua Kajian Gigitan Hewan Berbisa, Tanaman Beracun, Penyakit Tidak Menular, serta Toksikologi Kemenkes RI. Selain memaparkan edukasi penanganan gigitan ular berbisa dan PTM, Dr. Tri Maharani juga memberikan panduan manajemen toksikologi darurat, termasuk penanganan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa, menegaskan bahwa terobosan ini terus didorong untuk membangun kepercayaan diri seluruh civitas hospitalia dalam meningkatkan mutu pelayanan, pendidikan, dan penelitian. Kinerja kuat ini diharapkan dapat mendukung penuh program-program prioritas pemerintah di bidang usaha kesehatan sehingga mutu kesehatan masyarakat Indonesia terus meningkat.
Langkah strategis RSI Sultan Agung ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., serta disinergikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kota Semarang guna memperkuat jejaring rujukan nasional.
Sebagai salah satu unit usaha strategis di bawah YBWSA—yang menaungi jaringan Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), serta berbagai unit usaha lainnya—RSI Sultan Agung membuktikan komitmennya untuk selalu terbuka berkolaborasi dengan Kemenkes RI, organisasi masyarakat, maupun instansi lintas sektor. Melalui kolaborasi ini, masyarakat luas maupun kalangan profesional kesehatan dapat mengakses pendidikan, pelatihan, dan kajian toksikologi secara terbuka, baik formal maupun non-formal. she



