Dari kiri: artis Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami. Foto: Humas Mabes Polri

JAKARTA (Jatengdaily.com) –Terdakwa kasus ‘ikan asin’, yakni artis Rey Utami dan Pablo Benua dipindahkan dari Rutan Polda Metro Jaya. Ketika dikonfirmasi, kuasa hukum Rey Utami dan Pablo Benua, Razman Nasution membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, ia juga baru mengetahuinya ketika mencoba menjenguk Rey Utami dan Pablo Benua.

“Benar. Jadi, karena ada 41 tahanan di Polda Metro Jaya yang sekarang reaktif covid – 19,” kata Razman Nasution.

Ia mengatakan, Rey Utami kini berada di Rutan Pondok Bambu, sementara Pablo Benua ada di Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Keduanya juga dinyatakan non reaktif.

“Rey Utami dan Pablo Benua non reaktif,” ungkap Razman Nasution.

Sementara Galih Ginanjar masih tetap berada di Rutan Polda Metro Jaya.

“Saya tidak tahu apa pertimbangan kejaksaan atau pertimbangan dari kepala rutan, mengapa Galih Ginanjar  tidak dipindahkan. Apa memang karena dia masih dalam masa hukuman,” pungkasnya, seperti dilansir dari laman Humas Mabes Polri.

Seperti diketahui, kasus ‘ikan asin’  menyeret artis Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua karena konten mereka yang merendahkan martabat perempuan, yakni mantan istri Galih Ginajar Fairuz A Rafiq. Mereka kemudian dilaporkan oleh Fairuz, ke polisi.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akhinya memberikan putusan terhadap kasus trio ‘ikan asin’ Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua. Ketiganya diputus bersalah atas kasus pencemaran nama baik terhadap artis Fairuz A Rafiq.

Rey Utami divonis hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan, sang suami Pablo Benua divonis penjara 1 tahun, 8 bulan. Sementara Galih Ginanjar divonis hukuman paling berat, yakni 2 tahun dan 4 bulan kurungan penjara. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here