SEMARANG (Jatengdaily.com) – Universitas Semarang (USM) melalui International Office (IO) mendorong Fakultas Teknik mengembangkan kerja sama akademik internasional melalui program joint degree.
Pendampingan dilaksanakan melalui Rapat Koordinasi dengan International Office pada Selasa (6/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi antara Fakultas Teknik dan IO USM untuk membahas peluang pengembangan program akademik internasional.
Kegiatan tersebut diikuti Dekan Faultas Teknik USM, Dr. Ari Endang Jayati, S.T., M.T, serta dosen FT USM yakni Dr. Kusrin, S.T., M.T, Dr. Dhamang Budi Cahyono, S.T., M.T, Dr. Lila Anggraini, S.T., M.T, Dr. Ir. Andi Kurniawan Nugroho, S.T., M.T.; serta Dr. Ir. Priyo Adi Sesotyo, S.T., M.En., IPU.
Selain itu juga Kepala International Office USM, Albert, S.E., M.M., Ph.D, dan tim pendamping IO USM yakni Moeljono, S.E., M.Si., M.M, Dini Anggraheni, S.S., M.Pd, Citra Andriani Kusumawati, S.E., M.M, serta Anandha, S.S., M.Pd.
Menurut Albert, pendampingan dilakukan dengan memetakan kesesuaian kurikulum Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Elektro dengan program studi terkait di National United University (NUU), Taiwan. Hasil penyetaraan menunjukkan tingkat kesamaan kurikulum mencapai 88,5 persen.
Pembahasan difokuskan pada peluang pengembangan joint degree bagi mahasiswa Fakultas Teknik. Dua program studi yang menjadi fokus pembahasan adalah Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Elektro. Keduanya dipetakan dengan program studi yang relevan di NUU Taiwan.
”Untuk bidang Teknik Sipil, program studi mitra di NUU adalah Department of Civil and Disaster Prevention Engineering. Sedangkan bidang Teknik Elektro di NUU berada pada Department of Electrical Engineering. Kedua program studi tersebut tercantum dalam struktur akademik resmi NUU,” katanya.
Dia mengatakan, penyetaraan kurikulum antara program studi USM dan NUU menunjukkan 88,5 persen kesamaan kurikulum. Hasil tersebut menjadi salah satu dasar untuk melihat peluang pengembangan kerja sama akademik antara kedua universitas. Tingkat kesesuaian tersebut juga menunjukkan adanya ruang yang cukup kuat untuk melanjutkan pembahasan ke tahap pengembangan program.
”Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat peluang untuk mengembangkan skema joint degree maupun double degree,” ujarnya.
Setelah pembahasan dilakukan, katanya, Fakultas Teknik memilih program joint degree sebagai skema yang akan menjadi fokus pengembangan. Pilihan tersebut selanjutnya akan dibahas lebih lanjut dengan mempertimbangkan aspek kurikulum, sistem akademik, serta mekanisme pelaksanaan program.
Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya USM menerjemahkan kerja sama internasional ke dalam program akademik yang lebih konkret. International Office berperan memfasilitasi komunikasi dan pemetaan peluang kerja sama dengan mitra internasional. Sementara itu, fakultas dan program studi memberikan masukan berdasarkan kebutuhan serta kesiapan akademik masing-masing.
”Keterlibatan program studi menjadi bagian penting dalam proses pendampingan. Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Elektro dapat memetakan kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan program kerja sama internasional. Hasil penyetaraan tersebut menjadi dasar bagi fakultas untuk menentukan bentuk kerja sama yang dinilai paling sesuai,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pemilihan skema joint degree memberikan arah yang lebih jelas bagi pembahasan berikutnya. Fakultas Teknik bersama Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Elektro akan melanjutkan koordinasi dengan International Office untuk membahas struktur program, mekanisme akademik, serta tahapan yang diperlukan sebelum program dapat diimplementasikan.
Hasil penyetaraan kurikulum ini menjadi salah satu pijakan awal bagi USM dalam mengembangkan kerja sama akademik dengan NUU Taiwan.
”Melalui pendampingan yang dilakukan di tingkat fakultas dan program studi, kami mendorong agar kerja sama internasional dapat berkembang menjadi program akademik yang relevan dan memberikan peluang pengalaman belajar internasional bagi mahasiswa USM,” tandasnya. St



