WONOSOBO (Jatengdaily.com) – Perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu pesat perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Pelajar tidak hanya dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memiliki karakter dan kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di SRMA 35 Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan yang diikuti siswa-siswi SRMA 35 Wonosobo itu menghadirkan Anggota DPD RI/MPR RI Denty Eka Widi Pratiwi, SE., MH., sebagai narasumber.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diajak memahami cita-cita bangsa sekaligus pentingnya empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Keempat pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Denty Eka Widi Pratiwi menyampaikan, cita-cita untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik tidak dapat dilepaskan dari kualitas generasi muda. Pendidikan dan karakter menjadi bekal penting bagi pelajar agar mampu menghadapi berbagai perubahan serta tantangan di masa depan.
Menurutnya, selain memiliki kemampuan akademik, generasi muda juga perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan kesadaran terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Pemahaman terhadap empat pilar, lanjut Denty, tidak semestinya berhenti sebagai materi pembelajaran. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain dengan menghargai perbedaan, membangun sikap toleransi, menjaga persatuan, dan membiasakan gotong royong.
Hal itu menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital. Generasi muda saat ini memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai informasi melalui internet dan media sosial.
Kemudahan tersebut memberikan banyak peluang bagi pelajar untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan diri. Namun, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan, mulai dari perbedaan pandangan hingga berbagai konten yang berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku.
Karena itu, nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika perlu menjadi pegangan generasi muda, termasuk ketika mereka beraktivitas di ruang digital.
“Nilai-nilai kebangsaan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bukan hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam sikap dan perilaku,” pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Para siswa SRMA 35 Wonosobo mengikuti kegiatan dengan menyimak materi dan terlibat dalam diskusi. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengaitkan nilai-nilai kebangsaan dengan kehidupan yang mereka jalani sehari-hari.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di SRMA 35 Wonosobo pun tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi tentang Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Dengan bekal pendidikan, karakter, persatuan, toleransi, gotong royong, dan tanggung jawab sebagai warga negara, generasi muda diharapkan mampu ikut mewujudkan cita-cita bangsa sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Indonesia. she



