SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM), Dr. Mita Nurul Azkia, S.TP., M.Sc., menjadi narasumber dalam kuliah umum pada rangkaian Postdoctoral Program World Class University (WCU) Universitas Diponegoro (Undip), baru-baru ini.
Kegiatan yang diikuti mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip tersebut mengangkat tema “Science of Sense: Mengubah Persepsi Konsumen Menjadi Inovasi Produk Pangan”.
Mita mengatakan, kuliah umum tersebut membahas antara lain persepsi manusia terhadap rasa, aroma, warna, dan tekstur makanan yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan produk pangan inovatif.
Menurutnya, keberhasilan inovasi pangan tidak hanya ditentukan oleh kandungan gizi, keamanan, maupun teknologi pengolahan, tetapi juga oleh tingkat penerimaan konsumen.
Melalui pendekatan Science of Sense, respons pancaindra terhadap karakteristik makanan dapat diterjemahkan menjadi data ilmiah yang terukur untuk mendukung pengembangan dan penyempurnaan produk.
”Persepsi konsumen bukan sekadar persoalan suka atau tidak suka. Respons terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur dapat menjadi informasi ilmiah yang berharga dalam menciptakan produk pangan yang lebih berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai metode evaluasi sensori, di antaranya hedonic test untuk mengukur tingkat kesukaan, difference test untuk mendeteksi perbedaan antarproduk, serta Quantitative Descriptive Analysis (QDA) untuk mengidentifikasi dan mengukur karakteristik sensori secara kuantitatif.
Selain itu, pembahasan mencakup pengembangan panelis terlatih, penerapan standar pengujian, dan penggunaan data sensori sebagai dasar pengambilan keputusan dalam formulasi produk.
”Kami berharap, melalui partisipasi dalam forum akademik tersebut, FTP Universitas Semarang terus meningkatkan kontribusinya dalam menghasilkan dan menyebarluaskan inovasi teknologi pangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun perkembangan industri,” ungkapnya.
Kuliah umum ini, katanya, sekaligus membawa pesan bahwa inovasi pangan masa depan tidak hanya bertumpu pada kemajuan teknologi pengolahan, tetapi juga pada kemampuan memahami kebutuhan dan persepsi konsumen.
”Sebab, produk pangan yang berhasil bukan hanya produk yang unggul secara ilmiah, melainkan juga produk yang benar-benar diterima dan disukai masyarakat,” tandasnya. St



