SEMARANG (Jatengdaily.com) – Program Studi Pendidikan Profesi Konselor (PPK), Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Universitas Negeri Semarang (UNNES), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa bersama Yayasan SETARA Kota Semarang.
Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Regulasi Emosi dan Orientasi Masa Depan Anak Jalanan melalui Implementasi Toolkit Konseling Komunitas Berbasis Aktivitas Partisipatif di Yayasan SETARA Kota Semarang.”
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Ashari Mahfud, S.Pd.I., M.Pd., sebagai bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penerapan keilmuan dan kompetensi bimbingan dan konseling.
Program ini berfokus pada penguatan kemampuan regulasi emosi dan orientasi masa depan anak jalanan melalui pendekatan konseling komunitas yang partisipatif.
Regulasi emosi merupakan kemampuan penting dalam membantu anak mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara adaptif.
Sementara itu, orientasi masa depan berperan dalam mendorong anak untuk mengenali potensi diri, membangun harapan, serta mengembangkan gambaran masa depan yang lebih positif.
Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan psikososial dan keberdayaan anak yang menghadapi berbagai tantangan sosial.
Implementasi toolkit konseling komunitas berbasis aktivitas partisipatif dirancang sebagai sarana untuk memfasilitasi keterlibatan aktif anak dalam proses pengembangan diri.
Melalui aktivitas yang melibatkan partisipasi anak, pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan ruang yang aman dan suportif bagi anak untuk mengekspresikan diri, mengenali kekuatan pribadi, serta mulai merumuskan harapan dan tujuan masa depan.
Kolaborasi dosen dan mahasiswa PPK UNNES bersama Yayasan SETARA Kota Semarang juga menjadi wahana pembelajaran profesional bagi calon konselor.
Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan kompetensi konseling komunitas sekaligus mengembangkan kepekaan terhadap dinamika sosial dan kebutuhan kelompok masyarakat yang memerlukan dukungan.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen PPK FIPP UNNES dalam mengembangkan pendidikan profesi konselor yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga pada penguatan kepedulian sosial, etika profesi, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga masyarakat, PPK UNNES dan Yayasan SETARA Kota Semarang diharapkan dapat terus mengembangkan kolaborasi yang berkelanjutan.
Pengabdian ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung tumbuhnya potensi anak, memperkuat kemampuan menghadapi tantangan kehidupan, serta membangun orientasi masa depan yang lebih positif.
Kolaborasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kehadiran konselor di tengah masyarakat, tidak hanya melalui layanan individual, tetapi juga melalui pendekatan komunitas yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan. St



