By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Dunia Industri Didorong Implementasikan Prinsip Produksi Bersih & Kimia Hijau
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dunia Industri Didorong Implementasikan Prinsip Produksi Bersih & Kimia Hijau

Last updated: 5 Agustus 2020 17:41 17:41
Jatengdaily.com
Published: 5 Agustus 2020 15:41
Share
Foto: Ilustrasi
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dalam penggunaan semua kebutuhan kehidupan sehari-hari tak terlepas dari bahan atau produk yang dihasilkan dari hasil proses produksi. Namun dalam kenyataannya, tidak semua produk yang kita gunakan melalui proses produksi yang ramah lingkungan.

Kenyataan inilah yang perlu disikapi oleh dunia industri dengan memilih dan menggunakan bahan (termasuk bahan kimia) yang lebih aman dengan potensi bahaya yang rendah.

Sudah seharusnya industri menggunakan bahan yang diproduksi berguna semaksimal mungkin, aman bagi manusia dan lingkungan. Bahkan bisa menggunakan bahan baku terbarukan, mudah didesain dan terdegredasi di lingkungan.

Demikian dikatakan oleh Prof Dr Ir Purwanto DEA, Green Technology Research Center (GREENTech), Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rabu (5/8/2020), dalam Webiner Series on Green Chemistry. Dengan moderator Jessica Hanafi PhD Founder Life Cycle Indonesia Co Executive Director Pusat Produksi Bersih Nasional.

Kalangan pelaku industi menurutnya, harus bisa mengimplementasikan prinsip produksi bersih dan kimia hijau pada sistem ekonomi sirkuler. Dengan berpedoman pada cleaner production yakni 5 R, rethink, reduction, reuse, recycling dan recovery (memikirkan kembali, mengurangi, menggunakan kembali, mendaur ulang dan memulihkan).

”Kami, dari akademisi terus mendorong agar industri seperti kimia, agro, farmasi dan lainnya, mengembangkan dan menggunakan bahan baku terbarukan, memanfaatkan limbah sebagai bahan baku, meningkatkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dengan menggunakan produk hijau, pronsip lima R diimplementasikan dalam lingkar proses produksi,” jelasnya.

Sementara itu, Indah Budiani, Direktur Eksekutif Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) mengatakan, pihaknya terus mendorong dan memfasilitasi proses kordinasi yang inklusif diantara para pelaku yang berbeda untuk mempercepat aksi kolaborasi sektor swasta dalam konsumsi dan produksi berkelanjutan (SCP).

Juga mendorong penggunaan bahan baku berkelanjutan, peningkatan kapasitas produksi berkelanjutan, pendidikan dan kampanye untuk menggunakan produk ramah lingkungan. she

You Might Also Like

Anak Nikah Tak Sesuai Penanggalan Jawa, Ayah Bunuh Diri
Prof Noor Achmad Merasa Lega dapat Menyalurkan Ambulans kepada 4 Institusi
Program Pemberdayaan Masyarakat ‘Bumi Kartini’ Antarkan Semen Gresik Sabet TOP CSV Award 2025
KJRI Jeddah Gelar Promosi Produk Indonesia di Dua Swalayan untuk Sambut HUT RI ke-76
SIG Bantu Kelompok Peternak Puyuh Andalas di Aceh, Tiap Hari Memproduksi 4.000 Telur
TAGGED:Green Chemistryproduksi bersih dan kimia hijauproduksi ramah lingkungan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?