By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Penusukan Syeh Ali Jaber, Menag Ingatkan Ulama Pewaris Nabi Harus Dilindungi
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Penusukan Syeh Ali Jaber, Menag Ingatkan Ulama Pewaris Nabi Harus Dilindungi

Last updated: 15 September 2020 12:46 12:46
Jatengdaily.com
Published: 15 September 2020 12:46
Share
Menteri Agama Fachrul Razi. Foto: Humas Kemenag
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)-  Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengaku tidak habis pikir, dan sekaligus mengecam keras, dua kejadian beruntun serangan terhadap tokoh agama belakangan ini. Pertama penusukan yang melukai Syekh Ali Jaber di Lampung, dan kedua bahkan menewaskan seorang imam ketika shalat Subuh di sebuah masjid di Tanjung Rancing, Kayu Agung, Ogan Komering Hilir, Sumatera Selatan.

“Dalam Islam, ulama adalah pewaris para nabi. Merekalah yang mendapat amanah menyampaikan pesan-pesan Ilahi dan kemanusiaan di muka bumi, membunuhnya adalah sebuah kejahatan ganda”, ujar Menag dengan penuh empati, di Jakarta, Selasa (15/09/2020), dalam siaran persnya dalam laman resmi Kemenag.

Menag berharap kita semua belajar dari kisah Usamah bin Zaid, seorang panglima perang termuda yang pernah membunuh lawannya dalam sebuah perang jihad fi sabilillah. Usai perang, Usamah bercerita kepada Rasulullah bahwa dalam perang ia berhadapan dengan seorang laki-laki bernama Mirdas bin Nahik. Saat Usamah berhasil memojokkan dan hendak menghabisinya, Mirdas mengucapkan syahadat. Tapi Usamah tetap saja menusuk dan membunuhnya.

Menag melanjutkan, mendengar cerita sahabatnya itu, Rasul menegur, “Bagaimana bisa engkau membunuh orang yang sudah mengucap kalimat syahadat?” Rasul menegur Usamah yang tetap membunuh laki-laki itu, padahal dia telah mengucapkan syahadat, karena seorang Muslim sesungguhnya tidak berhak menilai isi hati dan kebenaran keislaman seseorang.

Menag menceritakan kembali kisah Usamah bin Zaid itu untuk mengingatkan bahwa agama tidak mengajarkan untuk menyakiti, apalagi membunuh sesama. “Dalam pesan terakhirnya ketika haji wada’, Rasulullah tegas berpesan bahwa haram bagi setiap insan untuk menumpahkan darah saudaranya. Ini adalah pesan kemanusiaan tertinggi dalam Islam”, tegas Menag.

Dalam sejarah, Usamah pun sangat menyesali perbuatannya. Ia lalu berjanji tak akan pernah lagi membunuh orang ataupun musuh yang telah mengucapkan syahadat. Saat terjadi perselisihan antara Khalifah Ali dan Mu’awiyah,  Usamah memilih netral bersama sejumlah sahabat lainnya.

“Menumpahkan darah dan membunuh manusia tanpa alasan sangat bertentangan dengan esensi ajaran agama. Islam diyakini sebagai agama pembawa rahmat bagi alam semesta,” ujar Menag. Indonesia adalah negara hukum yang konstitusinya dirumuskan dengan melibatkan para pemuka agama. Jangankan seagama, mencederai atau membunuh warga negara beda agama pun adalah sebuah kejahatan hukum.

“Karenanya saya sangat mengecam kejadian penyerangan dan pembunuhan terhadap ulama ini. Semoga ini yang terakhir kalinya terjadi. Saya percaya penegak hukum bisa tuntas mengusut dan menindak pelakunya, sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Menag.

Ia pun berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap motivasi pelaku penusukan. “Mudah-mudahan polisi bisa mengungkap apa motivasi di balik itu. Dan mudah-mudahan tidak terulang lagi ke depan,” harap Menag.

Terkait akan adanya pengetatan di bidang dakwah pasca penusakan ditegaskan Menag hal itu merupakan ranah pihak Kepolisian. She

You Might Also Like

Sebanyak 92 Personil Walpri Tambahan Disiapkan untuk Amankan Pilkada di Delapan Kabupaten dan Kota di Jateng
2.292 Polisi Dikerahkan Amankan Debat Capres Malam Ini
Longsor di Banjarnegara, Korban Ketiga Ditemukan, 25 Orang Dalam Pencarian
Tim Pengabdian Desa Binaan LPPM Undip Dampingi UKM di Pekalongan, Kembangkan Produk & Pemasaran Digital
Kolaborasi Budaya Melalui Nihon Indonesia Bridge Program 2025 Bersama Akashi College
TAGGED:menagulama pewaris nabi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?