By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kemarau, Debit Air 41 Waduk di Jateng Menyusut
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kemarau, Debit Air 41 Waduk di Jateng Menyusut

Last updated: 21 September 2020 19:15 19:15
Jatengdaily.com
Published: 21 September 2020 19:15
Share
Waduk Botok di Kecamatan Kedawung, Sragen yang kering kerontang di musim kemarau tahun 2019 lalu. Foto: dok jdc/yds
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sebanyak 41 waduk yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, jumlah debit airnya mengalami penyusutan. Penyusutan air karena terlalu sering dipakai untuk memasok air bersih pada musim kemarau panjang.

“Kondisi airnya sudah menyusut semua sekitar 40 persen dari kondisi normal. Jadinya air setiap hari berkurang, sedangkan posisi airnya dipakai penduduk yang butuh pasokan air bersih,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (PUSDATARU) Jateng, Eko Yunianto saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2020).

Dari hasil pantauan inspeksi petugas, sejumlah waduk berkapasitas kecil di Grobogan, Blora dan daerah lainnya dalam kondisi kosong tidak ada pasokan air.

“Ada banyak yang kosong seperti waduk yang kapasitasnya kecil. Kalau yang besar, masih ada yang terisi. Tapi debit airnya turun 40 persen,” jelasnya.

Dengan kondisi kemarau panjang ini rentan menimbulkan kerusakan pada bagian dinding waduk. Pihaknya sedang koordinasi secara intens dengan tim BBWS dan kantor operasional waduk untuk selalu menginspeksi bangunan waduk setiap hari.

“Kami minta petugas periksa dinding-dinding waduk. Jangan sampai ada kebocoran yang bisa menimbulkan bencana bagi warga lokal,” ujarnya.

Dia meminta warga agar tidak terburu-buru memakai air waduk untuk kebutuhan irigasi sawahnya. Sebab, di bulan ini masih masuk musim tanam ketiga dengan jenis tanaman seperti biji-bijian palawija. “Sekarang lagi musimnya palawija, belum perlu pakai air dari waduk,” ungkapnya. adri-yds

You Might Also Like

Komisi III Puji Ganjar Soal Wadas, Semua Terencana dengan Baik
Terbanyak se-Jateng dan DIY, 2.324 PPPK dan 4 Pejabat Fungsional di Kota Semarang Dilantik
Dikawal Komandan PGN, Istajib Resmi Mendaftar Balon Wagub Jateng
FH Unissula Miliki Tujuh Pusat Studi Hukum
Diperiksa, Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang Dicecar 30 Pertanyaan
TAGGED:debit waduk jatengkekeringan jawa tengahpusdataru jatengwaduk di jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?