By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Peneliti Tidak Boleh Mengarang
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Peneliti Tidak Boleh Mengarang

Jatengdaily.com
Published: 6 Oktober 2020 14:02
Share
Prof Dr Suharsimi Arikunto
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Unissula mengadakan workshop metodologi penelitian yang dilakukan melalui Zoom, baru-baru ini.

Prof Dr Suharsimi Arikunto yang menjadi salah satu narasumber menjelaskan bahwa penelitian harus dibuat dengan metodologi dan sistematika yang benar sehingga bisa memberi gambaran dan kesimpulan yang valid terhadap sebuah penelitian. “Ga boleh ngarang”, ujar Suharsimi Arikunto.

Selama ini ia mencermati bahwa tidak sedikit para mahasiswa yang membuat skripsi, tesis, maupun disertasi masih banyak yang gagal paham terhadap metodologi dan sistematika penelitian yang dibuatnya sendiri. Sehingga sangat disayangkan penelitian yang sudah berjalan lama tersebut tidak bisa menghasilkan karya berkualitas.

Oleh karena itu ia menyarankan semua peneliti khususnya kaum akademisi untuk menguasai metode penelitian dan mampu mengaplikasikannya secara terukur dalam penelitian. Ia mencontohkan bahwa tujuan penelitian harus sinkron dengan rumusan masalahnya.

 “Banyak yang melakukan kesalahan mendasar dalam penelitian seperti misalnya tidak dapat mengidentifikasi objek penelitiannya secara benar, contoh lainnya antara tujuan penelitian dan rumusan masalahnya tidak sinkron”, jelas Suharsimi.

Lebih lanjut ia meminta para mahasiswa banyak membaca literatur ilmiah agar penelitian yang dibuatnya menjadi berkualitas, minimal lima untuk tingkat sarjana, 12 untuk tingkat magister, dan 25 untuk program doktoral. Selain Suharsimi narasumber lain yang tampil dalam worshop tersebut adalah Drs Ali Bowo Tjahjono MPd. She

You Might Also Like

PPDB SD Dilarang Pakai Calistung, Calon Siswa Tidak Harus Lulusan TK
Sheila on 7 Meriahkan Saloka Fest di Tuntang
Polri Tegaskan Bantah Kabar Bharada E Telah Ditetapkan Jadi Tersangka Penembakan Brigadir J
Tim U-20 Kembali ke Tanah Air
Presiden Jokowi Dukung Semua Capres dan Cawapres: Semuanya Cocok
TAGGED:suharsini
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?