By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Resolusi Sikap Melawan Covid-19 di Hari Santri Nasional 2020
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Resolusi Sikap Melawan Covid-19 di Hari Santri Nasional 2020

Last updated: 24 Oktober 2020 11:13 11:13
Jatengdaily.com
Published: 24 Oktober 2020 11:13
Share
Bupati Tegal Umi Azizah. Foto: Jatengdaily.com/wing
SHARE

SLAWI (Jatengdaily.com)– Peringatan Hari Santri (HSN) 2020 di masa pandemi ini menjadi momentum yang tepat untuk mengambil satu resolusi sikap melawan Covid-19 dengan memutus rantai penularannya.

Bupati Tegal Umi Azizahmengatakan, fatwa resolusi jihad yang disampaikan KH Hasyim Asy’ari tepat 75 tahun silam untuk mengobarkan semangat juang para santri dan arek-arek Surabaya sehingga pecah pertempuran Surabaya bisa menjadi pembelajaran penting di masa pandemi Covid-19 ini.

“Semangat kebersatuan yang terbangun kala itu sangat dibutuhkan saat ini demi memutus rantai penularan Covid-19. Caranya adalah dengan resolusi sikap, merubah sikap waspada pada penularan virus corona, merubah perilaku agar disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Umi usai menyerahkan hadiah ke pemenang lomba hadroh dan lomba qiroatul kutub.

Umi menekankan, jihad santri hari ini adalah bersatu menanggulangi pandemi Covid-19 dengan menguatkan diri bersama jaringannya untuk melindungi diri sendiri dan keluarga serta menjaga keselamatan orang lain. Dimulai dari disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

“Mungkin saja jalan kita masih panjang, sehingga masih banyak yang harus kita perjuangkan di masa sulit ini. Tapi hari ini, kita harus belajar dari kedisiplinan para santri dalam menuntut ilmu, beribadah dan menjaga kebersihan dirinya. Dan itu sejalan dengan tema Hari Santri tahun ini, yaitu santri sehat, Indonesia kuat,” kata Umi.

Sementara itu, membacakan amanat Menteri Agama pada peringatan HSN 2020 ini, Umi mengatakan bahwa pesantren adalah entitas yang rentan terhadap penularan Covid-19. Sebab, keseharian dan pola komunikasi para santri yang terbiasa tidak berjarak antara satu dengan lainnya rentan dengan penularan virus. Akan tetapi, pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian dan penanganan dampak pandemi Covid-19 menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimilikinya.

“Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri, keteladanan dan sikap kehati-hatian kiai dan pimpinan pesantren, karena mereka tetap akan mengutamakan keselamatan santrinya dibanding lainnya. Terimakasih kepada seluruh santri Indonesia atas peran dan kontribusinya kepada umat, bangsa dan negara,” ucap Umi, dalam siaran persnya, Sabtu (24/10/2020). wing-she

You Might Also Like

Perlu Kriteria Khusus Penerima Kuota Internet Gratis
PSIS Lepas Penjaga Gawang Redondo
Semen Gresik Borong Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang IDEAS 2023
Era Normal Baru, Posyandu Harus Tetap Jalan Secara ‘Online’ dan Jemput Bola
Kepatuhan Protokol Kesehatan Masyarakat Kian Membaik
TAGGED:Bupati Umi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?