SLAWI (Jatengdaily.com)– Klaster perkantoran menjadi salah satu penyumbang angka kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal. Tak terkecuali di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tegal, tercatat sudah ada 8 pegawai Setda yang terpapar virus corona. Oleh karena itu, sebagai upaya menekan angka Covid-19 di perkantoran Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono memerintahkan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki satgas Covid-19.
“Saya akan buatkan surat edaran ke semua kepala OPD untuk membuat satgas Covid-19 di kantornya. Protokol kesehatan harus dilaksanakan dan diterapkan secara ketat, tidak hanya ketika pergi ke luar, di kantor pun kita harus menjalankannya,” kata Joko dalam laman resmi setdaTegal yang diambil Minggu (6/12/2020),
Menurut Joko, salah satu cara menekan kasus Covid-19 adalah disiplin dan patuh menerapkan protokol kesehatan. Joko menilai, masih banyak pegawai kantor yang belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu, Joko yang juga berprofesi sebagai dokter itu berharap semua pegawai dapat menjadi contoh masyarakat untuk taat dengan protokol kesehatan.
“Saya berharap semuanya bisa jadi pejuang diri sendiri dan lingkungan kantornya bahkan pejuang melawan Covid-19 di Kabupaten Tegal. Dengan disiplin melakukan 3M, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker yang baik dan menjaga jarak,” ujarnya.
Joko juga berpesan kepada petugas yang berada di pintu masuk untuk menskrining semua pegawai dan tamu yang akan masuk ke kantor. Pada kesempatan baik ini, Joko juga menghadirkan petugas RSUD dr Soeselo untuk memberi arahan cara memilih masker yang aman dan baik untuk digunakan. “Semuanya harus ketat. Tanpa terkecuali, siapapun yang akan masuk ke kantor harus mencuci tangan terlebih dahulu dan diukur suhunya,” tegas Joko.
Petugas RSUD dr Soeselo saat memberikan arahan tentang cara mencuci tangan dengan menggunakan handsanitizer kepada pegawai di Lingkungan Setda Kabupaten Tegal, Kamis (04/12/2020)
Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUD dr Soeselo Bertha Bayu Bintarti menjelaskan masker yang baik digunakan adalah masker yang memiliki ketebalan 3 lapis, baik masker kain maupun masker medis. Bertha tidak menyarankan penggunaan masker scuba, karena masker tersebut memiliki serat lebar dan tipis.
“Virus corona penularannya melalui droplet dan virus tersebut berukuran 0,1 mikron. Sehingga masker scuba tidak direkomendasikan mengingat ketika dipakai, seratnya akan melebar atau membuka memudahkan virus itu masuk,” jelas Bertha.
Selain memberikan penjelasan penggunaan masker, Tim PPI RSUD dr Soeselo juga memberikan contoh cara mencuci tangan yang benar dihadapan pegawai Setda Kabupaten Tegal. she


