By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Masjid Taqwa Sekayu Tertua di Semarang Awalnya Bernama Pekayuan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaSeni Budaya

Masjid Taqwa Sekayu Tertua di Semarang Awalnya Bernama Pekayuan

Last updated: 22 Mei 2019 19:55 19:55
Jatengdaily.com
Published: 22 Mei 2019 17:12
Share
Empat kayu penyangga Masjid Taqwa Sekayu yang dari dulu hingga sekarang masih berdiri kokoh dan tak berubah. Foto: Ugl
SHARE

SEMARANG  (Jatengdaily.com)–  Kota Semarang, merupakan bagian dari pusat penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Wujud dari penyebaran agama Islam di Kota Semarang ditandai banyaknya peninggalan  masjid-masjid kuno di ibukota Jawa Tengah ini yang tercecer di berbagai tempat di kota yang kondusif ini.

Ada Masjid Agung Semarang, ada Masjid Pekojan, ada pula Masjid mbah Sholeh Darat dan ada pula Masjid Taqwa Sekayu di Kelurahan Sekayu yang memiliki sejarah panjang serta masih ada kaitan dan hubungannya dengan Masjid Agung Demak.

Masjid Taqwa Sekayu terletak di Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Konon masjid yang tidak jauh dari pusat perbelanjaan Mal Paragon disebut-sebut sebagai masjid tertua di Kota Semarang, bahkan di Jawa Tengah.

Ketua Takmir Masjid Taqwa Sekayu, Ahmad Arief, menerangkan, berdasarkan catatan sejarah yang ia peroleh, masjid itu dibangun pada tahun 1413. Masjid, dibangun oleh Kiai Kamal yang merupakan murid Sunan Gunung Jati. 

Saat itu, Kiai Kamal diperintahkan Walisanga mencari kayu jati yang akan digunakan untuk pembangunan Masjid Agung Demak. Kayu-kayu jati itu pun dikumpulkan di wilayah yang saat ini dikenal sebagai Sekayu. Kayu-kayu itu lantas dikirim melalui kapal-kapal dari Sungai Semarang yang terletak di pinggir Kampung Sekayu.

“Dahulu, guna mempercepat pembangunan Masjid Demak, Kota Semarang lah yang paling strategis karena kota berada di tengah dua bandar pelabuhan, Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Lha Kampung Sekayu di sini sebagai pusat penampungan kayu jati dari beberapa daerah seperti Ambarawa, Ungaran, Purwodadi,” ujarnya, Rabu (22/5/2019).

Arief menambahkan, sebelum bernama Masjdi Taqwa Sekayu, nama masjid tersebut adalah ‘Masjid Pekayuan’. Di mana dalam pembuatannya, menggunakan bahan-bahan yang masih sederhana. Yakni tiang dari bambu, atap dari rumput yan dikeringkan dan dianyam atau disebut rumbia, beralas tanah yang digelar tikar dari daun pandan yang dikeringkan (kloso mendong).

“Dulu Kali Semarang itu besar dan bisa digunakan untuk lalu lintas perkapalan. Sambil mengumpulkan kayu, Kiai Kamal juga mendirikan masjid. Nah, masjid inilah yang didirikan. Dulu namanya Masjid Pekayuan,” imbuhnya.

Di dalam masjid sendiri, terdapat empat kayu penyangga yang hingga saat ini tidak berubah letaknya. Kayu setinggi hampir delapan meter dan berbentuk bujursangkar tersebut masih utuh terbungkus papan kayu jati berdiameter kurang lebih 60 cm masih berdiri kokoh.

“Empat kayu saka itu terdapat di dalam masjid dan berada di ruang salat kaum lelaki. Dari dulu hingga sekarang bentuk dan letaknya dipertahankan. Sementara mustaka yang konon juga peninggalan para wali juga masih ada di puncak masjid,” tukasnya. Ugl–st

You Might Also Like

Kemah Sastra Indonesia 2021 Tampilkan Ganjar
Ali Tuba, Jamas 150 Pusaka Tosan Aji Setiap Bulan Suro
Kulineran Lebaran, Menikmati Sate Kambing Tegal yang Empuk dan Gurih
Sumbar Talenta Tampil di Tong Tong Fair 2022 Belanda
Wastra Nusantara: Menenun Identitas dan Menyulam Masa Depan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?