DEMAK (Jatengdaily.com)- Pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika kembali dibumikan oleh Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Nusron Wahid.
“Empat Pilar kebangsaan merupakan warisan sekaligus kesepakatan bangsa Indonesia untuk menjaga keutuhan bangsa. Maka dari itu saya mengajak kepada jajaran hadirin sekalian,” jelasnya, Senin (1/2/2021).
Pria yang pernah menahkodai Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Masa Khidmah 2010-2015 ini mengatakan, sosialisasi empat pilar sendiri telah berlangsung dan diikuti oleh para petani di Demak yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Pemerintah Desa Brumbung Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak .
Peserta sosialisasi ini adalah perwakilan petani yang ada di Kecamatan Sayung, Guntur, Karangtengah, Mranggen dan Karangawen.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Brumbung Mranggen hadir secara langsung Kepala Desa Brumbung Akhib Musadad. Akhib mengapresiasi terselenggaranya acara sosialisasi empat pilar ini dan menurut Kepala Desa Brumbung sosialisasi empat pilar Kebangsaan merupakan sesuatu yang sangat essential dalam rangka memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Lebih lanjut Nusron Wahid mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang dihadapkan pada berbagai tantangan bangsa, yakni masalah kemiskinan, stunting, radikalisme, terorisme, intoleransi, anti NKRI, anti Pancasila, bahkan anti terhadap pemerintah yang sah.
‘’Untuk itu, permasalahan tersebut harus dapat diatasi melalui teologi kerukunan yang tidak hanya damai, tetapi juga saling membantu,’’ jelasnya.
Menurut Nusron, selain beberapa persoalan diatas, dewasa ini sebagai bangsa yang besar, sudah waktunya masyarakat Indonesia bijak dalam mencerna setiap informasi yang beredar. Terlebih mengingat banyaknya informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, termasuk informasi seputar spekulasi menjadikan islam sebagai dasar dan ideologi berbangsa dan bernegara.
Pada kesempatan tersebut, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) itu juga mengajak agar para petani mau terus mengembangkan potensi dirinya masing-masing. Mulai dari kemauan untuk maju dan terus berkembang, serta kemauan memperluas pengetahuan.
“Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini menjadi penting karena ada tanggungjawab kita bersama untuk membentengi para remaja kita dengan nilai-nilai Pancasila yang diwariskan oleh para pendiri bangsa,” kata Legislator Pusat asal Kudus dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II ini.
Untuk itulah, NW merasa perlu mengajak masyarakat untuk membentengi diri dengan menanamkan nilai-nilai luhur bangsa dalam bentuk sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang mencakup: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.
Dengan kegiatan ini diharapkan Petani Indonesia akan semakin kuat dalam menghadapi tantangan jaman, serta tetap terjaganya rasa nasionalisme dan patriotisme bangsa. She

