By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Hendi Panen Padi Baroma di Taman Balaikota Semarang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Hendi Panen Padi Baroma di Taman Balaikota Semarang

Last updated: 23 Maret 2021 07:01 07:01
Jatengdaily.com
Published: 23 Maret 2021 07:01
Share
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi panen padi di Balaikota Semarang. Foto: dok/humas
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memanfaatkan lahan di Taman Balaikota untuk ditanami padi jenis Baroma (Basmati Aromatik). Dari lima pot yang ditebar benih, menghasilkan 1,568 kg Padi Baroma dengan masa tanam selama 113 hari usai benih ditebar. 

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang memanen langsung Padi di lahan Taman Balaikota mengatakan meski masih trial and error, padi Baroma bisa tumbuh dengan baik meski bukan pada lahan sawah seperti yang ada di pedesaan. 

Kedepannya padi Baroma yang saat ini di tanam di media pot, akan lebih baik lagi jika ditanam dengan media polybag.

“Alhamdulilah pagi ini panen padi dan ini upaya kita bisa hijaukan balaikota ada manfaatnya meski tidak besar karena kita ini kan wilayah perkotaan jika dilihat dari struktur topografi, sawah di Semarang cuma 2300 hektar, jika dibandingkan dengan kabupaten Semarang ada 28 ribu hektar,” jelas Hendi.

Taman Balaikota yang saat ditanami tanaman produktif, bisa menjadi percontohan agar masyarakat bisa menerapkan pertanian perkotaan atau urban farming dilahan pekarangan rumah mereka masing masing. Meski tidak memiliki lahan yang luas, menanam dengan menggunakan polybag, pot maupun hidroponik bisa dilakukan. 

Tujuannya selain menguatkan ketahanan pangan di lingkungan keluarga, khususnya saat pandemi covid 19. Melalui urban farming masyarakat bisa melakukan penghijauan di area pekarangan rumah, selain itu hasilnya juga digunakan untuk ketahanan pangan. 

“Untuk itu kami buat seperti ini untuk mengajak masyarakat dengan lahan yang kecil dan terbatas kita masih bisa melakukan ketahanan pangan secara mandiri seperti beras maupun sayur-sayuran, ubi dan buah yang bisa dilakukan di rumah kita masing-masing,” ujarnya. 

Sejauh ini pemkot tetap berupaya mempertahankan lahan pertanian yang ada di Semarang, dalam Perda RT RW Pemkot menjaga lahan pertanian dan lahan hijau sebagai bagian wilayah konservasi yang harus dipertahankan untuk penyerapan air tanah dan  menjaga lingkungan. 

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengatakan, gerakan penghijauan yang dimulai dari lingkungan Pemkot Semarang bisa menjadi contoh, agar masyarakat bisa ikut menanam dan memanfaatkan lahan yang ada di rumah masing-masing.

“Ada gerakan bagi semua masyarakat bisa memanfaatkan setiap jengkal tanahnya dengan tanaman yang tidak sekedar hijau tapi bisa dimanfaatkan dan diambil hasilnya, jadi pertanian perkotaan ini bisa membudaya di kalangan masyarakat,” jelasnya. 

Kota Semarang memang memiliki potensi yang luar biasa dalam menciptakan kedaulatan pangan secara mandiri. Hal itu bisa dilakukan dengan pertanian modern yang bisa diterapkan di pekarangan rumah, ataupun di masing masing OPD lingkungan Pemkot Semarang. Bahkan pihaknya juga mengharapkan pihak hotel yang memiliki rooftop atau lahan sisa juga bisa turut menghijaukan kota Semarang dengan tanaman produktif.

“Harapan kami semua OPD yang masih punya lahan kita harapkan bisa meniru hal seperti ini, nanti beberapa taman yang memungkinkan juga akan kita tanami agar bermanfaat, yang akan kita diskusikan dengan Disperkim dan Distaru,” pungkasnya, dalam siaran persnya, dilansir Selasa (23/3/2021).

Seperti diketahui padi jenis Baroma selama ini hanya dihasilkan di Negara India dan Pakistan, dan memiliki nilai jual yang cukup mahal.Taman Balaikota sejak awal tahun 2021 mulai ditanami tanaman produktif seperti padi dan buah-buahan, bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Kota Semarang bahwa bercocok tanam tidak harus di lahan yang luas. she

You Might Also Like

Ketika Filantropi Hadir untuk Bersinergi Menurunkan Stunting di Jateng
Polda Jateng Gelar Rekontruksi Kasus Penganiayaan dan Kematian Darso
Aktivitas Meningkat Jelang Lebaran, Warga Diminta Waspadai Aksi Copet dan Jambret
HSN Jadi Momen Bangkit dan Bersatunya Pemuda Indonesia
Sopir Bus Rosalia Indah Mengaku Lihat Mobil Avanza Oleng
TAGGED:Hendi Panen PadiWalikota Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?