By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Rosulullah Ajarkan Pemimpin Harus Bisa Jadi Komandan, Manajer, dan Pelayan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Rosulullah Ajarkan Pemimpin Harus Bisa Jadi Komandan, Manajer, dan Pelayan

Last updated: 19 April 2021 14:48 14:48
Jatengdaily.com
Published: 19 April 2021 14:46
Share
Dr Ir Abdullah Hehamahua. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Unissula mengadakan acara ceramah implementasi kepemimpinan dengan menghadirkan mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dr Ir Abdullah Hehamahua sebagai narasumber, pada Senin (19/4/2021).

Menurutnya konsep kepemimpinan selalu berkaitan dengan pemimpin dan pelaksanaan kepemimpinan, sehingga terdapat faktor figur, individu, manusia, dan aplikasi.

Lebih jauh ia menyebutkan bahwa berdasarkan kepemimpinan Rosulullah terdapat tiga fungsi seorang pemimpin, yaitu fungsi sebagai komandan, manajer, dan juga pelayan.

Berkaitan dengan fungsi pemimpin sebagai komandan, ia menjelaskan bahwa pemimpin memiliki wewenang untuk memerintah, sedangkan staf berkewajiban untuk menaatinya. Dalam konteks Islam ketaatan tersebut berlandaskan pada ketaatan kepada Allah SWT dan Rosulullah.

Sedangkan yang dimaksud pemimpin berfungsi sebagai manajer, maka pemimpin dan antar semua staf memiliki kesetaraan. Dimana masing-masing individu dalam organisasi memiliki hak yang sama, terutama dalam mengemukakan pendapat.

Fungsi ketiga seorang pemimpin adalah pelayan. Dalam hal kenegaraan, maka rakyat adalah majikan, sedangkan pemerintah adalah pelayan rakyat yang harus melayani rakyat.

“Rakyat adalah majikan. Pemerintah adalah pelayan, yang dibayar oleh rakyat. Sehingga dalam kaitannya dengan kepemimpinan, pemerintah harus melayani rakyat,” ungkapnya.

Selain harus mengetahui ketiga fungsi seorang pemimpin, mantan penasehat KPK periode 2005-2017 itu juga menekankan akan pentingnya kualifikasi seorang pemimpin. Kualifikasi tersebut yaitu wawasan ketauhidan, wawasan keilmuan, wawasan profesi, dan wawasan masa depan.

Abdullah Hehamahua melanjutkan bahwa dalam sistem penerimaan pegawai KPK, integritas memiliki posisi yang paling utama dibandingkan profesional kerja. “Profesional bisa didapat melalui sebuah proses, sedangkan integritas adalah apa yang ada dalam diri seseorang,” jelasnya. She

You Might Also Like

Pemerintah Bahas Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Rintisan Tahun 2025
Viral Santriwati Pegang Senjata Laras Panjang
BATIC 2024, Hari Pertama Konferensi, Diikuti 1.300 Peserta dari Berbagai Negara
Semen Gresik Pabrik Rembang Bangun Sarpras Air Bersih untuk 427 KK di Desa Kajar dan Timbrangan
Sertifikasi Tambahan Tingkatkan Kualitas Lulusan
TAGGED:ceramah implementasi kepemimpinanDr Ir Abdullah HehamahuaUnissula
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?