SEMARANG (Jatengdaily.com) – Untuk meningkatkan jejaring, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang banyak melakukan kerjasama. Kerjasama itu dilakukan dengan Perguruan Tinggi (PT) dalam negeri maupun luar negeri dan sejumlah instansi terkait.
Kepala Program Studi (Kaprodi) S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang, FIB UNDIP Budi Mulyadi SPd MHum mengatakan, sejumlah kerjasama dilakukan untuk berbagai bidang, diantaranya adalah melalui pertukaran mahasiswa (student exchange.)
Program student exchange atau pertukaran mahasiswa ini diantaranya dilakukan dengan Universitas Ryukyus Okinawa Jepang.
Setiap tahun Universitas Ryukyus Okinawa Jepang memberikan kesempatan kepada mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk mengikuti program student exchange selama satu tahun atau setengah tahun untuk belajar bahasa dan kebudayaan Jepang.
Budi Mulyadi mengatakan, untuk mengikuti program ini tidaklah mudah. Pasalnya, mahasiswa harus melalui seleksi yang ketat. Dimana mahasiswa harus mengikuti serangkaian test termasuk test wawancara. Sehingga, tidak bisa serta merta yang berminat akan diterima.
Tahun 2021 ini ada empat mahasiswa yang lolos program tersebut. Ke empat mahasiswa tersebut adalah Felix Reviandy Tyas Putra , Shafa Natasyah Salsabila, Nida Khairunisa, dan Aulia Shidqin A
Lebih lanjut menurutnya, karena kondisi saat ini masih pandemi Covid-19 dan masih melanda seluruh dunia, Negara Jepang pun belum memberi izin kepada Warga Negara Indonesia (WNI) untuk masuk ke negaranya. Termasuk bagi mahasiswa-mahasiswa dari luar negaranya, untuk melakukan perkuliahan dan mengikuti kegiatan di Negara Jepang.
Maka, menurutnya, sambil menunggu izin dari pemerintah Jepang, program student exchange ini telah dimulai dengan perkuliahan secara daring yang dimulai pada tanggal 9 April 2021 kemarin.
‘’Program student exchange ini telah memberi kesempatan kepada mahassiwa Prodi s1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang untuk bisa lebih meningkatkan lagi kemampuan bahasa Jepang mereka dan menambah wawasan tentang budaya Negara Jepang,’’ jelasnya.
Menurutnya, manfaat pertukaran mahasiswa ini sangat banyak. Selain mahasiswa mempelajari budaya dan Bahasa Jepang, juga memperluas relasi, dan menambah pengalaman serta keahlian. Bahkan dari beberapa lulusan Prodi S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang yang pernah ikut program student exchange ini, ada yang sekarang sedang melanjutkan program S2 di Universitas Ryukyus dengan beasiswa dari pemerintah Jepang. she

