By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kulineran Lebaran, Menikmati Sate Kambing Tegal yang Empuk dan Gurih
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaKuliner

Kulineran Lebaran, Menikmati Sate Kambing Tegal yang Empuk dan Gurih

Last updated: 6 Juni 2019 08:06 08:06
Jatengdaily.com
Published: 6 Juni 2019 01:22
Share
SHARE

TEGAL (Jatengdaily.com)– Mudik ke Kota Tegal, belum pas kalau tidak mencicipi salah satu makanan khasnya, yakni sate kambing. Ada banyak tempat yang menjual sate kambing di sepanjang jalan pantura , di Kota Tegal. Diantaranya, di Jalan Kapten Sudibyo, Randugunting – atau kompleks yang lebih dikenal dengan nama Tirus. Di sini ada sekitar delapan warung sate.

Atau ada juga di sekitar Jalan Teuku Umar, Debong Timur, dari palang pintu kereta api Tirus ke selatan sekitar 300 meter. Di sini juga sejumlah warung sate membuka dagangannya.

Di musim mudik Lebaran saat ini, warung-warung sate ini buka mulai pukul 08.00 pagi sampai 03.00 dini hari. Bahkan, ada juga yang buka 24 jam. Jumlah pembeli pun melimpah, mendatangi warung-warung tersebut.

Yang spesial dari sate kambing di Tegal adalah, pilihan kambing muda yang digunakan untuk bahan dasarnya. Kambing-kambing yang disate adalah, berumur bawah lima bulan (balibul). Sedangkan sejumlah warung sate, juga menggunakan kambing berumur bawah tiga bulan (batibul). Dengan pilihan kambing muda, maka hasil bakaran sate, dagingnya pun empuk dan berasa gurih alami.

Keunikan atau kekhasan sate Tegal, adalah ada pada cara membakar sate, yang alami tanpa dibumbui. Setusuk sate, biasanya terdiri dari empat sampai lima potong daging dan diselipi gajih. Sehingga saat dibakar, akan keluar minyak dari gajih tersebut. Aroma khas, pun muncul saat proses pembakarannya.

Hal ini membuat hasil bakaran sate menjadi berasa gurih alami. Hal ini seperti dikatakan Evi, pemilik Sate kambing muda Tirus Family 1 penerus generasi ketiga dari pemilik warung sate H Sakya, yang telah membuka usahanya sejak tahun 1982 itu.

Sate yang telah dibakar ini disajikan dengan sambal kecap, yang diuleki cabe rawit dan ditambah potongan tomat dan bawang merah. Sate pun siap disantap dengan nasi panas yang ditaburi bawang goreng.

Selain menjual sate, warung-warung ini menjual sop kambing dan gule kambing. Pada musim Lebaran, rata-rata satu warung sate, bisa menyembelih sepuluh kambing. Harga satu kodi atau 20 tusuknya bervariasi, berkisar Rp 100.000. she

You Might Also Like

Sedekah Gunung Warga Lereng Merapi, Cuma 10 Orang Bawa Kepala Kerbau ke Puncak
Sedekah Laut di Pati, Prosesi Budaya Sekaligus Hidupkan Perekonomian
Taman Kyai Langgeng Optimistis Capai Target Pendapatan
Ratusan Kapal Nelayan Iringi Pesta Lomban Kupatan di Jepara
Dik Doank dan Tempe Mendoan Spirulina
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?