By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kenaikan COVID-19 Grobogan Tinggi Meski Punya Posko 180 Kelurahan; Satgas Minta Fungsi Posko Dijalankan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kenaikan COVID-19 Grobogan Tinggi Meski Punya Posko 180 Kelurahan; Satgas Minta Fungsi Posko Dijalankan

Last updated: 16 Juni 2021 10:41 10:41
Jatengdaily.com
Published: 16 Juni 2021 10:41
Share
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. Foto: dok.bnpb
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Satgas Penanganan COVID-19 mengevaluasi pembentukan Pos komando (posko), kenaikan kasus dan keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed of ratio (BOR) pada 15 kabupaten/kota dengan kenaikan kasus tertinggi minggu ini. Hasil evaluasi, terdapat 11 dari 15 kabupaten/kota dengan pembentukan posko masih rendah yaitu di bawah 50 persen. Sementara 4 lainnya, pembentukan posko sudah di atas 60 persen.

“Hal ini menjadi pembelajaran bagi kita bersama. Masih sedikitnya pembentukan posko pada 11 kabupaten/kota, menunjukkan absennya penanganan efektif hingga tingkat terkecil, yaitu desa/kelurahan,” papar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memberi keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Selasa (15/6/2021).

Sedangkan dari 4 kabupaten/kota yang membentuk posko cukup banyak, berkisar di antara 60 – 80 persen posko terbentuk. Namun, banyaknya jumlah posko ini ternyata juga diikuti kasus yang tinggi.

Contohnya di Grobogan, Jawa Tengah. Mengalami kenaikan kasus hingga 2.803 persen, keterisian mencapai BOR 93,65% dan posko terbentuk sudah sebesar 70% atau terbentuk di 180 kelurahan dari total 257 kelurahan yang ada.

“Hal ini menegaskan bahwa meskipun posko sudah terbentuk, tetapi fungsi-fungsi posko tidak dijalankan dengan baik, maka tidak akan membantu memperbaiki penanganan di wilayah tersebut,” jelas Wiku menajamkan.

Posko harusnya menjadi wadah koordinasi antar seluruh perangkat desa/kelurahan yang memiliki peran penting. Perannya, dalam menunjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan meningkatkan kualitas penanganan COVID-19 sehingga kasus dapat ditekan seminimal mungkin.

Karena itu Satgas mengajak seluruh kabupaten/kota terutama yang mengalami kenaikan tinggi minggu ini, agar mengejar ketetinggalam dari pembentukan posko. Setelah posko terbentuk, pastikan pelaksaanaan fungsi-fugsi posko dapat berjalan dengan baik. “Ingat, posko modal kita melawan COVID-19 pada tingkat terkecil,” pungkas Wiku.

Hasil Evaluasi Satgas Terhadap Pembentukan Posko, Kenaikan Kasus dan BOR pada 15 kabupaten/kota

1. Jumlah Posko di Bawah 60% dengan kenaikan kasus tinggi:
Jakarta Barat
– Kasus naik 167%
– BOR 77%
– Posko Terbentuk 25% (26 dari 28 kelurahan)

Jakarta Timur
– Kasus naik 103%
– BOR 58,02%
– Posko terbentuk 46% (28 dari 60 kelurahan)

Jakarta Selatan
– kasus naik 85%
– BOR 78,08%
– Posko terbentuk 1,5% (1dari 63 kelurahan)

Kota Depok
– kasus naik 111%
– BOR 66,16%
– Posko terbentuk 32% ( 19 dari 58 kelurahan)

Jakarta Utara
– kasus naik 128%
– BOR 81,2%
– Posko terbentuk 38% (12 dari 31 kelurahan)

Jakarta Pusat
– kasus naik 159%
– BOR 86,11%
– Posko terbentuk 19% (8 dari 41 kelurahan)

Kota Bekasi
– kasus naik 192%
– BOR 73,85%
– Posko terbentuk 18% (10 dari 55 kelurahan)

Demak – Jateng
– kasus naik 485%
– BOR 82,7%
– Posko terbentuk 43% (101 dari 233 kelurahan)

Bangkalan – Jatim
– kasus naik 715%
– BOR 86,88%
– Posko terbentuk 26% (70 dari 260 kelurahan)

Kota Semarang
– kasus naik 64%
– BOR 93,38%
– Posko terbentuk 47% (81 dari 172 kelurahan)

Bandung Barat
– kasus naik 56%
– BOR 88,33%
– Posko terbentuk 48% (80 dari 164 kelurahan)

2. Jumlah Posko di Atas 60% dengan kasus Tinggi

Grobogan – Jateng
– kasus naik 2.803%
– BOR 93,65%
– Posko terbentuk 70% (180 dari 257 kelurahan)

Jepara – Jateng
– kasus naik 241%
– BOR 73,33%
– Posko terbentuk 87% (158 dari 181 kelurahan)

Sleman – DIY
– kasus naik 74%
– BOR 67,37%
– Posko terbentuk 81% (70 dari 86 kelurahan)

Kota Bandung
– kasus naik 60%
– BOR 86,6%
– Posko terbentuk 61% (90 dari 146 kelurahan). yds

You Might Also Like

Dokter Gigi Harus Siap Mengabdi di Berbagai Wilayah
Lanjutkan Revitalisasi Bahasa Daerah, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gelar Koordinasi Pakar
Tekan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan, Pemkot Semarang Gandeng Paralegal Muslimat NU
Rizky Billar Ditetapkan Jadi Tersangka KDRT, Hari Ini Pemeriksaan Dilanjutkan
Ribuan Orang Hadiri Haul Ke-13 KH Masruri Mughni
TAGGED:covid-19 groboganjawa tengahkenaikan covid-19 groboganposko covid-19Prof. Wiku Adisasmito.satgas penanganan covid-19
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?