By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Jadi Pusat Kemacetan, Pertigaan Bawen Perlu Dibangun Fly Over
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Jadi Pusat Kemacetan, Pertigaan Bawen Perlu Dibangun Fly Over

Last updated: 14 Juni 2019 21:25 21:25
Jatengdaily.com
Published: 14 Juni 2019 21:25
Share
Pertigaan Bawen menjadi titik kemacetan paling parah saat arus mudik Lebaran tahun 2019. Sehingga pemerintah pusat perlu memikirkan pembangunan fly over. Foto : Budhi.
SHARE

BAWEN (Jatengdaily.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang berharap pemerintah pusat mulai memikirkan pembangunan fly over atau jalan layang di pertigaan Bawen yang merupakan titik pertemuan arus lalu lintas dari Yogyakarta, Solo dan Semarang maupun arah sebaliknya.

Fly over tersebut diperlukan mengingat saat arus mudik Lebaran 2019 kondisi arus lalu lintas di pertigaan jalan nasional ini mengalami krodit sehingga terjadi kemacetan cukup parah.

Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Rudibdo mengungkapkan hasil evaluasi pengamanan arus mudik maupun arus balik Lebaran 2019 diketahui kemacetan paling parah terjadi di pertigaan Bawen. Sehingga pertigaan Bawen menjadi fokus konsentrasi Dishub dan Polres Semarang dalam menangani kelancaran arus lalu lintas.

‘’Kemacetan yang kita pandang paling parah di pertigaan Bawen. Sebab di situ titik bertemunya arus kendaraan, baik dari exit tol Bawen menuju Yogyakarta, dari Solo menuju Magelang lewat Bawen, dan dari Jakarta atau Semarang lewat jalan nasional, sementara arus kendaraan dari Yogyakarta ada yang mau ke arah Semarang maupun Salatiga. Tapi dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang kita terapkan bersama Polres Semarang ternyata cukup efektif,’’ ujar Dibdo, panggilan akrab Rudibdo, Jumat (14/6/2019).

Menurut Dibdo, terjadinya kemacetan saat arus mudik maupun arus balik Lebaran sangat wajar terjadi mengingat volume kendaraannya cukup besar. Berdasarkan data survei Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kemenhub, jumlah pemudik menggunakan kendaraan pribadi pada Lebaran 2019 meningkat 19 persen dari tahun sebelumnya.

‘’Terjadinya kemacetan setiap libur Lebaran sangat wajar. Karena momen Lebaran ditunggu oleh kaum urban untuk pulang ke kampung halaman bertemu dengan sanak saudara dan handai taulan,’’ ungkapnya.

Melihat kemacetan arus lalu lintas saat arus mudik Lebaran 2019, Rudibdo menyatakan perlunya dibangun fly over di pertigaan Bawen. Pemerintah Pusat perlu memikirkan pembangunan fly over di pertigaan yang menjadi titik pertemuan kendaraan dari Yogyakarta, Solo dan Semarang. ‘’Kalau saya lihat, kondisinya tidak jauh berbeda dengan Jombor Yogyakarta yang juga ada terminalnya. Di sana sudah dibangun fly over,’’ katanya.

Kata Dibdo, penataan manajemen lalu lintas yang didukung infrastruktur jalan di Kabupaten Semarang tersebut perlu dilakukan. ‘’Apalagi kondisi pariwisata di Kabupaten Semarang saat ini semakin berkembang. Tentu ini mengundang banyak masyarakat dari sejumlah daerah untuk datang berkunjung, terutama saat musim liburan,’’ jelasnya.

Dibdo menambahkan, hasil evaluasi Dishub kondisi arus mudik lebaran tahun 2019 relatif lebih aman. Setidaknya, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Semarang menurun. ‘’Angka kecelakaan dari 17 kejadian turun menjadi 13 kejadian, baik di ruas jalan tol maupun jalan nasional wilayah Kabupaten Semarang. Penanganan kemacetan lalu lintas juga lebih baik,’’ imbuhnya. rus-yds

You Might Also Like

Tanah Longsor, 5 Warga Sumpiuh Meninggal
Sertifikat Tanah Elektronik Memudahkan Masyarakat
Gandeng PWI Jateng, FIK Unnes Perdalam Ilmu Jurnalisme Olahraga dan Publikasi
Perpusprov Jateng Sukses Menggelar Bedah Dua Buku Anakku Dipotret Malaikat dan Pesantren Anti-Bullying
SIG Raih Best Sustainability and Resilience Award, Bukti Nyata Komitmen Keberlanjutan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?