By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Kerinduan Bertemu Guru Terobati Saat PTM
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kerinduan Bertemu Guru Terobati Saat PTM

Last updated: 1 September 2021 17:57 17:57
Jatengdaily.com
Published: 1 September 2021 17:55
Share
Ilustrasi PTM. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Sebanyak 2.539 sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) se-Jateng mulai pekan ini. Sekitar 67 sekolah di antaranya berasal dari tingkat SMA.

Datangnya kesempatan PTM mendapat respons beragam dari siswa. Tidak sedikit dari mereka yang merindukan bangku sekolah setelah lama melakukan pembelajaran jarak jauh atau daring.

Seorang siswa SMAN 6 Kota Semarang, Amanda Sofia Maharani mengaku senang karena bisa kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Sebab, siswi kelas X ini merindukan suasana sekolah, teman, dan guru.

“Rindu suasana sekolah, teman-teman, ingin ketemu guru guru juga, ingin keliling sekolah juga,” kata Amanda ditemui di sekolahnya di Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (1/9/2021).

Selain juga, dengan adanya PTM membuatnya lebih memahami pelajaran. Misalnya, untuk mata pelajaran Matematika, Amanda mengaku lebih mudah memahami materi dengan pembelajaran tatap muka ketimbang melalui daring.

“Lebih senang PTM. Karena pada pelajaran Matematikan mudeng-nya dijelaskan secara langsung dari PTM,”  tuturnya.

Tak jauh beda juga disampaikan oleh siswa SMAN 6 Kota Semarang lain, Naufal Nanda. Dia mengaku melalui PTM, bisa lebih paham mengikuti pembelajaran. Tentu saja mengikuti PTM lebih dia senangi ketimbang belajar melalui daring. Selain faktor sinyal telepon seluler yang kadang kurang bagus, dia juga harus bergantian dalam pemakaian ponsel dengan anggota keluarganya.

“Kalau di rumah saya terkendala sinyal. Untuk HP juga bergantian,” ujarnya.

Kepala SMAN 6 Kota Semarang Lukita Yuniati mengatakan pihak sekolah amat ketat menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, untuk simulasi PTM, pihaknya melakukannya sesuai regulasi. Yaitu ditunjuk dua rombongan belajar di setiap jenjangnya.

“Karena kita punya kelas X, XI, dan XII maka yang ikut simulasi  PTM enam rombongan belajar. Tiap rombongan belajar terdiri dari 18 orang,” kata dia.

Lukita mengatakan, untuk menyelenggaran simulasi PTM juga sudah mendapat izin dari pemerintah kecamatan, hingga orang tua. She

You Might Also Like

Guru Penggerak Mencetak Pemimpin Pembelajaran
Yuni Shara Takut Operasi Plastik
Satgas Tindak Lanjuti Keluhan Pencairan Insentif Petugas Contact Tracer
Dandim 0716/Demak Wakili Almarhum Wartawan Sukma Wijaya Terima Penghargaan Juara Favorit TMMD
Gerakan Mobil Masker, Perkuat Protokol Kesehatan
TAGGED:PTM
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?