By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Bahas Hybrid Learning, Kemenag dan ABIP Gandeng MI Terpadu Darul Ulum 02 Kudus
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Bahas Hybrid Learning, Kemenag dan ABIP Gandeng MI Terpadu Darul Ulum 02 Kudus

Last updated: 27 Oktober 2021 07:47 07:47
Jatengdaily.com
Published: 27 Oktober 2021 07:47
Share
Kemenag dan World Bank Indonesia Partnership (ABIP), menggandeng MI Terpadu Darul Ulum 02 Kudus dalam lokakarya Internasional. Foto: dok
SHARE

KUDUS (Jatengdaily.com) – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Australian Bank Indonesia Partenership (ABIP), menggandeng Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum 02 Kudus dalam lokakarya internasional, bertema Pendidikan Moda Campuran (Hybrid Learning) untuk Pembelajaran Yang Berpusat pada Siswa, Selasa (26/10/2021).

Ketertarikan tersebut, menurut Miss Petra, dari perwakilan Bank Dunia karena melihat jejak digital dari perkembangan pendidikan di MI Terpadu Darul Ulum 02 Kudus selama masa pandemi Covid-19 yang sudah menerapkan blanded learning

Kepala MI Terpadu Darul Ulum 02 Kudus Kusmiyarsih, S.Ag yang menjadi salah satu narasumber pada acara lokakarya virtual tersebut mengatakan, MI Terpadu Darul Ulum 02 yang merupakan pelopor Madrasah Digital di Kudus bagian Timur mempunyai aplikasi pembelajaran tersendiri yang merupakan hasil karya dari Riyanto SH salah satu guru.

Menurutnya, pembelajaran Hybrid Learning berbasis student oriented di madrasah. Di mulai pada masa pandemi system pembelajaran daring dan luring hingga publikasi pembelajaran daring pada media sosial yakni; web, facebook, youtube dan instagram madrasah yang diupayakan untuk tercapainya pembelajaran efektif yang serba online di masa pandemi.

‘’Aplikasi tersebut bernama ASB MIDUAKU (Aku Senang Belajar – MI Terpadu Darul Ulum 02 Kudus). Selain aplikasi yang dimiliki nya kreativitas para guru di madrasah ini selalu memanfaatkan aplikasi-aplikasi online yang menunjang pembelajaran seperti Google Classroom, Whatsapp Group, Google Meeting, Quizizz serta Kinemaster sebagai pendukung pembelajaran daring di masa pandemic,’’ jelasnya.

Hybrid Learning benar-benar direalisasikan di MI Terpadu Darul Ulum 02 Kudus, sebab untuk memberikan pelayanan pendidikan pada anak secara full.

‘’Sehingga orang tua wali murid merasa puas menyekolahkan putra putrinya di madrasah ini. MI Terpadu Darul Ulum 02 juga selalu berusaha meninggalkan jejak-jejak digital pada sosial media yang dimiliki, sebagai sharing pendidikan agar kita para praktisi pendidikan bisa saling take and give, selalu belajar dan berinovasi untuk pembelajaran yang lebih baik,’’ jelasnya.

Lokakarya virtual tersebut diawali dengan sambutan pembukaan oleh DFAT dan Kemenag, kemudian dilanjutkan sesi berbagi pengetahuan.

Diantaranya tentang Hybrid Education Pelajaran dari 3 Negara oleh Prof. Abtar Kaur Darshan Singh dari Asia Pacific University, Malaysia.  Desain dan implementasi pembelajaran campuran (Hybrid learning) oleh Nevin Katz, Pusat Pengembangan Pendidikan (EDC) Amerika Serikat.

Juga hasil riset kebijakan Pembelajaran campuran (Hybrid Learning) dan perubahan ekosistem sekolah di masa Covid-19 oleh Irsyad Zamjani, Ph.D (Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan / Puslitjak, Kemendikbudristek).

Sesi berikutnya adalah diskusi panel tentang Platform E-Learning untuk pembelajaran online dan campuran oleh Tim E-Learning Kemenag. Kedua, MA NU Ma’arif Lasepag, Sulawesi Selatan; Praktik Pembelajaran Campuran oleh Siti Zuhraeni, M.Pd. Ketiga, MTs. YASPI Labuhan Deli:Pembelajaran Campuran (Hybrid Learning) dengan E-Learning Madrasah oleh Aida Akmal, S.P. Dan yang terakhir MI Terpadu Darul Ulum 02; Pembelajaran Campuran (Hybrid Learning) di Masa dan Pasca Pandemi oleh Ibu Sri Kusmiyarsih, S.Ag.

Dr. Hidayatullah, M.Pd, Kasubid Kurikulum dan Evaluasi Kemenag mengatakan, para guru diminta membiasakan menuliskan jejak-jejak pembelajaran.

Sehingga dari berbagai model pembelajaran selain yang kita bahas tadi bisa menjadi pandangan model yang bisa diterapkan pada dunia pendidikan di berbagai daerah yang memerlukan model yang berbeda pada setiap daerahnya. ‘’Misi kita yang utama adalah tetap menjaga motivasi siswa untuk mau belajar, bergairah belajar dan semangat belajar,’’ jelasnya. She

You Might Also Like

Global Kitchen & Bath Brand JOMOO Memasuki Pasar Indonesia
Shalat Gerhana Bulan, Wagub: Ini Tanda Kebesaran Allah
FH USM dan Peradi Gelar PKPA Angkatan XXVI, Cetak Calon Advokat Profesional dan Humanis
Puluhan Perkara Inkracht, Kejari Demak Musnahkan Aneka Barang Bukti
Ketua BKBH USM Sebut Kejahatan Terjadi karena Ada Kesempatan
TAGGED:ABIPHybrid LearningMI Terpadu Darul Ulum 02 Kudus
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?