By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Pilkades Sistem e-Voting Masih Ada Suara Tak Sah
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pilkades Sistem e-Voting Masih Ada Suara Tak Sah

Last updated: 29 Juni 2019 21:00 21:00
Jatengdaily.com
Published: 29 Juni 2019 20:58
Share
Pemilih saat di bilik suara untuk memilih secara e-voting di Pilkades Desa Sumur, Boyolali. Foto: St
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Dari 228 desa yang menggelar Pilkades di Kabupaten Boyolali, sebanyak 69 desa di antaranya melakukan pemungutan suara dengan cara e-voting. Sistem yang dinilai untuk meminimalisasi kecurangan maupun tidak sahnya hasil pilihan.

Dari sejumlah desa yang menggelar pemungutan suara, beberapa desa paling atas di kecamatan Tamansari yakni desa Sangup dan Desa Sumur menggunakan sistem e-voting. ”Ini pengalaman menarik, biasanya coblosan, kali ini e- voting menggunakan alat canggih,” ujar warga Sumur, Sunaryo, Sabtu (29/6/2019).

Namun dari hasil rekapitulasi suara Pilkades di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, masih ada suara yang tidak sah meskipun memakai sistem e-voting. Dari 1.504 pemilih yang menggunakan hak suaranya, ada tiga suara yang tidak sah. Belum diketahui pasti ketidaksahannya faktor apa.

”Ternyata pakai e-voting ada yang tidak sah 3 suara. Saya heran kenapa kok bisa, padahal pilihannya cuma ada dua, ya dan tidak. Ketika menekan ya akan keluar print out, jika menekan tidak berarti mengulangi pilihan. Ini perlu dievaluasi,” ujar Siti Prihatin, calon kepala desa yang terpilih lagi di Desa Sumur.

Pasangan suami istri Siti Prihatin dan Wijiyatno yang bertarung dalam merebut kursi Kades di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Boyolali. Foto: St

Kendati demikian pelaksanaan Pilkades di Desa Sumur berlangsung relatif lancar. Calon Kepala desa nomor 1, Siti Prihatin memenangi Pilkades atas rivalnya, Wijiyatno, yang juga suaminya. Siti Suprihatin meraih 1.198 suara. Sedangkan Wijiyatno mendapat 303 suara, dari jumlah pemilih yang hadir 1.504 orang, sedangkan jumlah DPT sebanyak 1.785 orang.

Setelah terpilih Siti Prihatin berujar, dirinya berkomitmen akan fokus ke Infrastruktur sesuai anjuran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.

“Desa Sumur yang sudah sedemikian rupa akan lebih baik lagi, program-program yang kemarin yang sudah terealisasi seperti pembangunan balai desa dari tahapan nol persen hingga kayak sekarang dan infrastruktur di seluruh pelosok desa akan ditingkatkan kembali, ” ujar Siti Prihatin.

Sedangkan calon kepala desa nomor 2, Wijiyatno mengatakan dengan adanya Pilkades ini dirinya ingin ikut kompetisi. “Alhamdulillah Pilkades berjalan lancar, partisipasi warga yang datang ke TPS juga lumayan bagus,” ujar Wijiyatno. St-yds

You Might Also Like

Mengenang Bung Karno, Pameran hingga Pemutaran Film Rapat BPUPKI di Rumah Pohan Semarang
Buntut Anjloknya KA Argo Semeru dan Wilis di Kulon Progo, 9 Perjalanan KA Memutar via Jalur Utara Jawa
Gempa Cilacap Tak Berpotensi Tsunami
Lantik Pj Bupati Pati dan Cilacap, Ini Pesan Khusus Nana Sudjana
Generasi Penghafal Al-Qur’an Bersinar di MAJT, Tantowi dan Khaira Puncaki MHQ 10 Juz
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?